BULA, MalukuTerkini.com – Krisis air bersih parah yang memicu perjuangan berat warga menyeberangi lautan sejauh tujuh kilometer kini melanda Desa Keffing, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur.
Dampak dari kemarau panjang yang terjadi di wilayah tersebut selama beberapa bulan terakhir telah mengeringkan pasokan air lokal secara total.
Kondisi yang kian memprihatinkan ini memaksa seluruh lapisan masyarakat untuk berburu alternatif sumber air baku hingga ke desa tetangga agar kebutuhan paling mendasar mereka tetap terpenuhi.
Salah satu warga setempat, Hasan Tiak, membeberkan gambaran getir ketahanan hidup masyarakat setempat
Kepada wartawan, Jumat (21/8/2026), ia memaparkan warga Desa Keffing kini tidak memiliki pilihan lain selain menempuh perjalanan jauh menuju Desa Air Nanang untuk sekadar mengangkut air bersih.
“Jarak tempuh antara kedua desa mencapai 7 kilometer dan harus ditempuh menggunakan longboat. Kondisi ini membuat warga harus mengeluarkan tenaga dan biaya ekstra demi memenuhi kebutuhan dasar air bersih,” ungkapnya.
Ia menegaskan perjuangan berat mempertahankan kelangsungan hidup ini bukanlah insiden sesaat, melainkan rutin dialami masyarakat setiap hari.
“Warga terpaksa harus terus-menerus mengarungi laut yang berisiko sambil membawa tempat penampungan air seperti jerigen, drum serta gallon,” tandasnya.
Dikatakan, alokasi biaya pembelian bahan bakar minyak, efisiensi waktu harian, serta energi fisik masyarakat benar-benar terkuras habis hanya untuk urusan pemenuhan air bersih.
Kondisi darurat yang berkepanjangan ini mendorong seluruh warga Desa Keffing untuk mendesak perhatian dan penanganan langsung secara nyata dari pihak pimpinan daerah maupun instansi terkait.
Warga mengkhawatirkan ancaman krisis air tersebut akan memperburuk tingkat kesehatan lingkungan serta melumpuhkan secara total seluruh roda aktivitas harian masyarakat jika tidak segera ditanggulangi. (MT-07)


