AMBON, MalukuTerkini.com – Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo meresmikan dua unit sumur bor dan enam unit fasilitas Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) di Desa Labetawi dan Desa Tamedan, Kabupaten Maluku Tenggara, Jumat (28/8/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian “Bhayangkari Peduli” dalam momentum Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026 dan memberikan manfaat langsung akse air bersih kepada 274 jiwa masyarakat di Kepulauan Kei.
Bagi masyarakat penerima manfaat, kehadiran sarana tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari sekaligus mendukung peningkatan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan.
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto mengatakan pembangunan sarana air bersih dan sanitasi merupakan bentuk kepedulian yang memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Air bersih dan sanitasi merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas kesehatan masyarakat. Karena itu, pembangunan sumur bor dan MCK bukan hanya tentang membangun fasilitas, tetapi tentang menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat,” kata alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini.
Menurutnya, keberlanjutan pemanfaatan fasilitas tersebut menjadi hal yang tidak kalah penting.
“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan dijaga bersama. Pemerintah, masyarakat dan seluruh unsur yang terlibat perlu membangun semangat gotong royong agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ungkap mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini.
Pembangunan dua sumur bor dan enam MCK tersebut melengkapi rangkaian Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan yang dilaksanakan di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Sebelumnya, Bhayangkari juga menyalurkan ribuan paket bantuan sosial, pelayanan kesehatan gratis, bantuan bagi anak stunting dan ibu hamil, dukungan pendidikan bagi anak-anak, bantuan untuk penyandang disabilitas dan lansia serta bantuan bagi kelompok nelayan.
Program air bersih dan sanitasi memiliki karakter manfaat jangka panjang karena fasilitas yang dibangun dapat terus digunakan masyarakat.
Di tengah karakter geografis Kepulauan Kei yang terdiri dari wilayah-wilayah kepulauan, akses terhadap kebutuhan dasar menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat. (MT-04)

