AMBON, MalukuTerkini.com – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding melepas ekspor sejumlah komoditi unggulan Maluku berupa tuna dan kepiting bakau ke pasar internasional, dengan tujuan Jepang, Amerika Serikat, Vietnam dan Singapura.

Tercatat total komoditi yang diekspor mencapai 30 ton dengan nilai sekitar Rp4,256 miliar.

Pelepasan ekspor komoditi unggulan Maluku tersebut dipusatkan di kawasan PT Maluku Prima Makmur, Negeri Tawiri, Kota Ambon, Selasa (22/9/2026).

Komoditi yang diekspor berasal dari tiga perusahaan, yakni PT Peduli Laut Maluku, PT Harta Samudera dan CV Samudera Keris Jaya. Produk-produk perikanan tersebut terdiri atas Fresh Tuna Whole, Tuna Loin Beku dan Kepiting Bakau Hidup.

PT Peduli Laut Maluku melakukan ekspor Fresh Tuna Whole sebanyak 2 ton dengan nilai Rp217 juta ke Jepang. Perusahaan yang sama juga mengekspor komoditi Fresh Tuna Whole sebanyak 1 ton senilai Rp204 juta dengan tujuan Amerika Serikat.

Sementara itu, PT Harta Samudera melakukan ekspor Tuna Loin Beku sebanyak 26 ton dengan nilai Rp3,74 miliar ke Vietnam. Sedangkan CV Samudera Keris Jaya mengekspor Kepiting Bakau Hidup sebanyak 1 ton dengan nilai Rp95 juta ke Singapura.

Abdul Kadir Karding berharap momentum pelepasan ekspor tersebut menjadi penegas komitmen bersama dalam mendorong produk-produk unggulan Maluku agar semakin mampu bersaing di pasar global.

“Momentum hari ini merupakan penegas komitmen kita bersama, di mana produk-produk kebanggaan Maluku, khususnya komoditas perikanan andalan berupa Ikan Tuna dan Kepiting Bakau, telah membuktikan kapasitasnya dalam menembus standar ketersaingan global,” kata Karding dalam sambutannya.

Menurutnya, komoditas yang dilepas untuk ekspor tersebut merupakan produk bernilai tinggi yang telah mampu menembus sejumlah pasar internasional, dengan Amerika Serikat, Jepang, Vietnam dan Singapura menjadi negara tujuan ekspor pada momentum tersebut.

Ia menyebut pencapaian itu merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas sektor. “Ekspor komoditi unggulan Maluku tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendukung kemandirian ekonomi bangsa,” ungkapnya.

Karding menegaskan Barantin akan terus menjalankan perannya sebagai garda terdepan dalam melindungi sumber daya hayati sekaligus menjadi fasilitator perdagangan atau trade facilitator.

“Barantinsenantiasa hadir dan berkomitmen penuh sebagai garda terdepan pelindung sumber daya hayati sekaligus fasilitator perdagangan untuk mengawal perluasan jangkauan ekspor daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peran tersebut dilakukan dengan memastikan daya saing dan kepatuhan terhadap mutu produk lokal sehingga dapat diterima dengan baik di pasar internasional. (MT-01)