AMBON, MalukuTerkini.com – Nilai ekspor komoditi ikan dari Provinsi Maluku hingga bulan September 2026 mencatatkan rekor impresif dengan melampaui total nilai ekspor sepanjang tahun 2025.
Peningkatan signifikan ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah serta kebangkitan sektor kelautan dan perikanan Maluku di pasar internasional.
Capaian tersebut dipaparkan oleh Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku, Willy Indra Yunan, pada acara Pelepasan Ekspor Komoditi Unggul Maluku dan Temu Pelaku Usaha Serta UMKM yang dipusatkan di kawasan PT Maluku Prima Makmur, Negeri Tawiri, Kota Ambon, Selasa (22/9/2026).
Willy merincikan sepanjang tahun 2025, frekuensi pengiriman ekspor perikanan Maluku tercatat sebanyak 482 kali dengan total volume mencapai 7.842,42 ton. Nilai ekspor pada tahun tersebut mencapai 41.258.983,12 dolar AS atau setara dengan Rp648.814.735.120.
“Sementara itu, terhitung Januari – September 2026, frekuensi ekspor melonjak menjadi 534 kali dengan akumulasi volume mencapai 8.120,55 ton. Nilai ekspor komoditas perikanan Maluku di tahun 2026 berhasil menembus angka 44.312.890,50 dolar AS atau setara dengan Rp712.500.000.000,” rincinya.
Secara statistik, katanya, seluruh indikator kinerja ekspor perikanan daerah mengalami pertumbuhan yang solid.
“Frekuensi pengiriman ekspor naik sebesar 10,79 persen, volume pengiriman tumbuh 3,55 persen, sedangkan nilai ekspor dalam mata uang dolar AS dan rupiah masing-masing mengalami kenaikan sebesar 7,40 persen dan 9,81 persen jika dibandingkan dengan pencapaian setahun penuh pada 2025. Capaian nilai ekspor komoditas perikanan kita hingga bulan September 2026 ini sungguh luar biasa karena sudah mampu melampaui keseluruhan perolehan ekspor sepanjang tahun 2025,” katanya.
Willy menjelaskan kinerja positif ini ditopang oleh komoditas unggulan perikanan Maluku yang didominasi oleh produk ikan tuna baik segar maupun beku, udang vaname, kepiting, serta ikan hidup jenis kerapu.
“Produk-produk perikanan unggulan tersebut diekspor secara konsisten ke berbagai negara tujuan utama, seperti Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, Vietnam dan Thailand,” jelasnya.
Ia mengaku pemenuhan standar mutu sertifikasi karantina serta jaminan kesehatan produk menjadi kunci utama keberhasilan komoditas laut Maluku dalam menembus kualifikasi ketat negara pembeli.
“Karantina Maluku berkomitmen penuh untuk terus mendampingi para pelaku usaha dan pelaku UMKM melalui kemudahan pemenuhan persyaratan sertifikasi ekspor,” ungkapnya.
Willy menegaskan sinergi dan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, instansi pembina, pelaku industri, serta UMKM perikanan harus terus diperkuat guna menjaga tren kenaikan volume dan nilai ekspor ini hingga penutupan tahun 2026.
Pelepasan Ekspor Komoditi Unggul Maluku tersebut dihadiri Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, Gubernur Maluku, pimpinan instansi terkait serta para eksportir. (MT-01)
