AMBON, MalukuTerkini.com – Udang vaname dan ikan tuna menjadi penggerak utama ekspor komoditi perikanan Maluku sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Kedua komoditas tersebut menyumbang 95,06 persen dari total nilai ekspor komoditi ikan Maluku pada periode tersebut, sekaligus mendorong peningkatan nilai ekspor dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku Willy Indra Yunan dalam pemaparannya saat Pelepasan Ekspor Komoditi Unggul Maluku dan Temu Pelaku Usaha serta UMKM yang dipusatkan di kawasan PT Maluku Prima Makmur, Negeri Tawiri, Kota Ambon, Selasa (22/9/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan, rincinya, nilai ekspor komoditi perikanan Maluku pada Januari-Agustus 2026 meningkat 83,74 persen dibandingkan periode Januari-Agustus 2025.
“Kenaikan tersebut juga diikuti peningkatan jumlah pengiriman. Jumlah transaksi ekspor naik 4,81 persen, dari 707 pengiriman pada periode Januari-Agustus 2025 menjadi 741 pengiriman pada periode yang sama tahun 2026,”rincinya.
Menurutnya, peningkatan nilai ekspor juga tercermin dari rata-rata nilai setiap pengiriman. Pada Januari-Agustus 2025, nilai rata-rata per pengiriman tercatat sekitar Rp655,5 juta, kemudian meningkat 75,3 persen menjadi sekitar Rp1,15 miliar per pengiriman pada Januari-Agustus 2026.
“Ekspor komoditi ikan menunjukkan peningkatan, terutama karena kontribusi udang vaname dan tuna,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan tersebut perlu dilihat dari kontribusi masing-masing komoditas. Data Januari-Agustus 2026 menunjukkan nilai ekspor udang vaname meningkat 102,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai ekspor ikan tuna meningkat 87,38 persen.
“Selain kedua komoditas tersebut, ekspor kepiting bakau juga mengalami peningkatan, meskipun relatif kecil, yakni sebesar 2,98 persen. Berbeda dengan komoditas lainnya, ikan kerapu justru mengalami penurunan nilai ekspor sebesar 19,03 persen,” jelasnya.
Dikatakan, dominasi udang vaname dan tuna terlihat semakin kuat karena kedua komoditas tersebut secara bersama-sama menyumbang 95,06 persen dari keseluruhan nilai ekspor komoditi ikan Maluku pada Januari-Agustus 2026.
“Kondisi ini menunjukkan besarnya peran kedua komoditas dalam menopang kinerja ekspor perikanan Maluku,” katanya.
Pelepasan Ekspor Komoditi Unggul Maluku tersebut dihadiri Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, Direktur PT Peduli Laut Maluku, pimpinan instansi terkait serta para eksportir. (MT-01)
