AMBON, MalukuTerkini.com – Di tengah kondisi ekonomi tersebut, kinerja industri perbankan di Maluku tetap menunjukkan tren positif.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Andi Muhamad Yusuf, dalam paparannya saat OJK Maluku Bastori sekaligus Buka Puasa Bersama Insam Media, di Ambon, Rabu (11/3/2026).
Menurut Andi, beberapa indikator utama mencatat: Pertumbuhan kredit sekitar 5 persen, Aset perbankan tumbuh hampir 8 persen, Risiko kredit (NPL) terjaga di level 2,92 persen.
“Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga menjadi motor penggerak pembiayaan UMKM. Sepanjang tahun lalu, penyaluran KUR di Maluku mencapai lebih dari Rp1 triliun dengan jumlah penerima sekitar 21.840 debitur. Tahun ini kami mendorong penyaluran kredit UMKM bisa melampaui capaian tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Sementara itu, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang dilakukan OJK bersama BPS menunjukkan peningkatan signifikan.
“Secara nasional Indeks literasi keuangan mencapai 66 persen, Indeks inklusi keuangan mencapai 80,5 persen,” lkatanya.
Khusus untuk keuangan syariah, tingkat literasi mencapai 43 persen, meningkat dari sebelumnya 39 persen.
“Namun tingkat inklusi keuangan syariah masih lebih rendah dibandingkan literasinya. Artinya masyarakat sudah memahami produk keuangan syariah, tetapi belum sepenuhnya menggunakannya. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk meningkatkan pemanfaatannya,” jelas Andi.
Ia berharap melalui berbagai program edukasi, terutama di momentum Ramadan, masyarakat semakin percaya dan memanfaatkan layanan keuangan syariah. (MT-04)




Tinggalkan Balasan