AMBON, MalukuTerkini.com – Kondisi ekonomi di Kota Ambon menunjukkan tren peningkatan harga komoditas yang cukup signifikan sepanjang bulan keempat tahun 2026 ini.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon, tercatat terjadi inflasi tahun ke tahun (year-on-year) sebesar 2,96 persen pada April 2026.

“Angka ini mencerminkan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari sebelumnya 109,55 pada April 2025 menjadi 112,79 di periode yang sama tahun ini,” ungkap Kepala BPS Kota Ambon, Pauline Gaspersz dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Senin (4/5/2026).

Ia merincikan inflasi ini didorong oleh kenaikan indeks pada sepuluh kelompok pengeluaran, dengan lonjakan paling tinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 7,98 persen, disusul oleh sektor transportasi sebesar 5,01 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang terkerek naik 3,08 persen.

“Selain inflasi tahunan, tingkat inflasi bulanan (month-to-month) tercatat sebesar 0,92 persen, sementara tingkat inflasi tahun kalender (year-to-date) berada di angka 0,95 persen,” rincinya.

Gaspersz mengaku komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada April 2026, antara lain emas perhiasan, tarif angkutan udara, nasi dengan lauk, sigaret kretek mesin (SKM), beras, bawang merah, tomat, akademi/perguruan tinggi, cabai rawit, daging ayam ras, ikan tuna, kangkung, telur ayam ras, sepeda motor, pemeliharaan/service, mobil, ikan cakalang, sigaret putih mesin (SPM), semangka, pasta gigi, upah asisten rumah tangga, kopi bubuk, minyak goreng, labu siam, tukang bukan mandor, kontrak rumah, roti manis, mesin cuci, tarif pulsa ponsel, ikan kembung, tarif rumah sakit, shampo, obat gosok, laptop/notebook, daun melinjo, ikan asap, pisau cukur/silet, pelumas/oli mesin, roti tawar, deodorant, sigaret kretek tangan (SKT), mesis, kue basah, sekolah dasar, dan biskuit. (MT-06)