AMBON, MalukuTerkini.com – Peran perempuan Indonesia kian ditegaskan sebagai pilar penting dalam mendorong pembangunan nasional, terutama di tengah derasnya arus transformasi digital.
Hal ini mengemuka dalam webinar bertajuk “Kartini Masa Kini: Perempuan, Pengetahuan, dan Perubahan” yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (28/4/2026).
Kegiatan yang diikuti lebih dari 5.000 peserta secara daring ini menghadirkan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi serta Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
Keduanya sepakat bahwa perempuan memiliki peran strategis, tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam menjaga stabilitas sektor keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Friderica menegaskan, penguatan kapasitas perempuan menjadi fondasi penting dalam menciptakan kesejahteraan keluarga sekaligus menopang ekonomi negara. Perempuan, menurutnya, perlu dibekali literasi keuangan, pengetahuan, serta keterampilan agar mampu menghadapi tantangan di era digital, termasuk maraknya penipuan dan kejahatan finansial.
Senada dengan itu, Meutya Hafid menyoroti semakin besarnya peran perempuan dalam ekosistem ekonomi digital.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa keterbukaan akses harus diiringi dengan perlindungan yang memadai, mengingat perempuan kerap menjadi sasaran kejahatan keuangan.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital, lanjut Meutya, terus mendorong berbagai program perlindungan, termasuk perlindungan anak yang secara langsung berdampak pada keamanan dan kesejahteraan perempuan.
“OJK menilai, pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas, akses, dan perlindungan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. Ke depan, sinergi lintas sektor akan terus diperkuat untuk menjadikan perempuan sebagai agen perubahan dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” ungkapnya. (MT-04)


Tinggalkan Balasan