AMBON, MalukuTerini.com –  Rempah-rempah dari Maluku Utara kembali menapaki panggung dunia mengulang kejayaan masa lalu.

Wilayah yang sejak dahulu, khususnya Ternate dan Tidore, dikenal sebagai pusat rempah kini menghadirkan inovasi baru: bukan lagi sekadar bumbu dapur, melainkan minuman bernilai ekspor tinggi, yaitu teh rempah.

Di tengah perkembangan zaman, pemanfaatan rempah-rempah terus bertransformasi. Jika dahulu menjadi komoditas utama perdagangan dunia, kini rempah diolah menjadi produk minuman yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memiliki cita rasa khas yang menggugah selera.

Salah satu produk unggulan tersebut adalah “Teh Rempah” Maluku Utara – perpaduan berbagai rempah pilihan yang diracik secara harmonis, menghadirkan aroma hangat dan rasa autentik khas nusantara.

Produk ini menjadi bukti bahwa kekayaan alam Maluku Utara mampu beradaptasi dengan tren global.

Tak tanggung-tanggung, teh rempah tersebut kini berhasil menembus pasar internasional dan akan dikirim ke Amerika Serikat, membuka peluang baru bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas.

Sebelum diberangkatkan, sebanyak 66 kilogram teh rempah telah melalui prosedur pemeriksaan oleh petugas Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Maluku Utara.

Sebagaimana keterangan melakui akun resmi facebook Karantina Maluku Utara yang dilihat malukuterkini.com, Selasa (28/4/2026) disebutkan proses ini mencakup pemeriksan kelengkapan dokumen untuk memastikan komoditas yang dikirim sesuai dengan produk yang akan dikirim.

Pengiriman ini bukan sekadar aktivitas ekspor, tetapi juga simbol kebangkitan kembali kejayaan rempah Maluku Utara dalam wajah yang lebih modern.

Dengan inovasi dan pengolahan yang berkelanjutan, rempah-rempah Maluku Utara kini tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga kekuatan ekonomi masa depan yang mampu menembus pasar global dan membawa harum nama daerah hingga ke mancanegara. (MT-01)