AMBON, MalukuTerkini.com – Peristiwa tragis terjadi di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP),Ambon, Senin (27/4/2026) malam.
Seorang pria lanjut usia bernama Frans Juzuph alias La Bosa (67) diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari atas JMP Ambon ke perairan Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Janet Luhukay dalam keterangannya Selasa (28/4/2026), mengakukejadian itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIT.
“Korban diketahui merupakan buruh harian lepas yang tinggal di sebuah rumah kos di kawasan Hative Kecil,” ungkapnya.
Kejadian tersebut, katanya, pertama kali diketahui oleh saksi Zahman, anggota Polri yang saat itu sedang memancing bersama rekannya di bawah JMP.
:Saksi mengaku mendengar teriakan dari atas jembatan, disusul suara hempasan benda ke laut. Awalnya saksi menduga ada sampah yang dibuang dari atas jembatan, namu karena curiga kami berpencar mencari sumber suara,” katanya.
Tak lama kemudian, salah satu rekan saksi menemukan tubuh korban mengapung di laut.
“Korban kemudian dievakuasi ke perahu oleh saksi. Setelah diperiksa, korban sudah meninggal dunia. Jenazah selanjutnya dibawa ke pesisir pantai Desa Galala,” jelasnya.
Petugas Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat yang menerima laporan warga langsung menuju lokasi dan mengevakuasi jenazah ke gedung serbaguna desa.
“Sekitar pukul 20.25 WIT, ambulans dari RS Bhayangkara Ambon tiba dan membawa jenazah ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Polisi menyebutkan, identitas korban awalnya tidak ditemukan di lokasi kejadian. Namun setelah dilakukan penelusuran oleh tim Inafis bersama aparat setempat ke tempat tinggal korban, identitasnya berhasil diketahui melalui KTP.
Dugaan sementara, korban nekat mengakhiri hidupnya karena tekanan psikologis. Hal ini berkaitan dengan informasi dari seorang warga, Linda Natalia Talahatu (71), pemilik kos tempat korban tinggal.
“Linda mengungkapkan, beberapa saat sebelum kejadian, ia menerima pengakuan dari keponakannya yang masih berusia 9 tahun, yang mengaku telah menjadi korban perbuatan cabul oleh pria tersebut. Mendengar hal itu, Linda sempat mendatangi korban dan menyampaikan akan melaporkan perbuatannya ke pihak kepolisian. Tak lama setelah itu, Linda mendapat kabar adanya penemuan jenazah pria lanjut usia di perairan Galala,” ungkapnya.
Saat mendatangi RS Bhayangkara Ambon, Linda memastikan jenazah tersebut adalah orang yang sama yang dituding melakukan perbuatan tersebut.
Hingga kini, jenazah korban masih berada di ruang pemulasaran RS Bhayangkara Ambon sambil menunggu pihak keluarga. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif pasti di balik peristiwa tersebut. (MT-04)


Tinggalkan Balasan