AMBON, MalukuTerkini.com – Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 106 menabrak salah satu penginapan maupun rumah warga di yang terletak di pesisir pantai dekat Pelabuhan Banda Neira, Kecamatan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 09.45 WIT.

Penginapan dimaksud terletak di kawasan RT 02 Negeri Administratif Nusantara saat hendak bersandar di dermaga Banda.

Diduga hal itu terjadi akibat kelalaian dalam pengoperasian kapal, yang diperparah dengan gangguan teknis pada sistem mesin.

Kapal yang dinakhodai Djefri Djoni Laritmas (52) itu sebelumnya tiba dari Pelabuhan Amahai dan sementara bersiap untuk sandar di Pelabuhan Banda.

Saat berada sekitar 500 meter dari dermaga, nakhoda telah memerintahkan ABK untuk menetralkan mesin dan melakukan prosedur sandar. Namun, kendayi tali tros telah ditambatkan ke dermaga, kapal masih terus bergerak maju.

Upaya untuk mengendalikan laju kapal, termasuk membunyikan peringatan dan menjatuhkan jangkar, tidak membuahkan hasil.

Mesin kapal tetap berputar maju meskipun sudah diperintahkan mundur. Akhirnya kapal menghantam rumah warga sebelum mesin berhasil dimatikan secara manual

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp60 juta.

Kerugian tersebut meliputi satu unit longboat berbahan fiber dan mesin katinting milik warga, serta kerusakan dua kamar pada penginapan milik warga lainnya.

Kapolsek Banda, Iptu Abdul Karim Rahayamtel, yang dikonfirmasi malukuterkini.com melalui teleponnya, Selasa (28/4/2026) mengaku kapal tersebut hendak sandar saat tiba dari Pelabuhan Amahai.

“Dari hasil keterangan nakhoda, kapal mengalami kendala pada handle throttle sehingga tidak merespons perintah mundur dan tetap bergerak maju hingga menabrak permukiman warga,” ungkapnya.

Dijelaskan, Polisi telah mengambil sejumlah langkah penanganan, di antaranya berkoordinasi dengan pihak PT Pelni Banda Neira, melakukan pengumpulan bahan keterangan terhadap korban dan nakhoda, serta melaporkan kejadian kepada pimpinan untuk tindak lanjut.

“Saat kejadian kapal menggunakan dua mesin, namun mesin sebelah kanan mengalami gangguan pada sistem throttle yang menyebabkan kapal tidak dapat dikendalikan secara normal,” jelasnya. (MT-04)