BULA, MalukuTerkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) bersama Kepolisian Resor (Polres) memediasi masalah lahan pembangunan jembatan Bula Air 2 di Desa Bula Air, Kecamatan Bula, Jumat (1/5/2026) sore.

Tim Pemkab SBT terdiri dari Sekda SBT Achmad Q. Amahoru, didampingi Asisten II Abu Saleh Salampessy, Staf Ahli Bupati Saleh Sukunora, Kepala Dinas PUPR  Ramli Sibualamo, Kepala Dinas Damkar Hadi Rumbalifar, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Novi Rumata, Camat Bula Fitria Kilbaren serta kepala desa Bula dan Bula Air.

Sementara itu, Kapolres SBT AKBP Alhajat didampingi sejumlah stafnya.

Proyek pembangunan jembatan Wai Bula Air 2 ini sudah berlangsung, namun pada kawasan tersebut diklaim pembangunannya menerobos masuk ke lahan milik salah satu warga setempat bernama Yunan.

Kapolres SBT AKBP Alhajat berharap proses pembangunan jembatan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku itu bisa berjalan sesuai rencana.

Ia meminta pemilik lahan untuk memasang patok sementara agar diketahui pasti berapa luas lahan yang masuk dalam kawasan pembangunan jembatan tersebut.

“Patok ini untuk kita mencari jalan tengahnya sementara, siapa tahu bisa selesai. Siapa tahu pak Yunan lembut hatinya untuk memberikan tanah ini untuk kepentingan masyarakat banyak,” ungkapnya.

Kehadiran Pemkab SBT dan Polres setempat itu telah menemui titik terang, sehingga pemilik lahan maupun pelaksana proyek diminta menanti kehadiran Kantor Pertanahan SBT untuk memastikan kebenaran lahan tersebut. (MT-07)