AMBON, MalukuTerkini.com – Direktur Politeknik Negeri Ambon (Polnam), Marceau Armstrong Filex Haurissa, S.T., M.Eng melantik 3 Wakil Direktur (Wadir) dan 2 Kepala Pusat yang baru di jajaran Polnam. Prosesi pelantikan berlangsung di Kampus Polnam, Rabu (15/7/2026).

Para Wadir yang dilantik yaitu Ir. Lory Marcus Parera, S.T., M.T., IPU., ACPE (Wadir Bidang Akademik); Stenly Ronaldo Titioka S.E., M.Si. (Wadir Bidang Keuangan dan Umum) dan Prof., Dr. Dwi Hariyanti,  S.E., M.M., Akt., CA. (Wadir bidang Kemahasiswaam dan Kerja Sama).

Sementara 2 orang Kepala Pusat yang dilantik yaitu Dr. Pieter Lourens Frans, S.T., M.T. (Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat – P3M) dan Luwis H. Laisina, S.T., M.T. (Kepala Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran – P2MP2).

Dalam sambutannya, Direktur Polnam Marceau Armstrong Filex Haurissa, S.T., M.Eng menegaskan jabatan yang diemban bukan sekadar kedudukan struktural, tetapi amanah akademik, amanah manajerial, dan amanah moral.

“Perlu ada komitmen terukur untuk mewujudkan target kinerja institusi, mendukung Perjanjian Kinerja Direktur, serta mempertanggungjawabkan keberhasilan maupun kegagalan capaian di bidang masing-masing,” tandasnya.

Kepada Wadir Bidang Akademik,  Haurissa berharap menjadi motor penguatan mutu akademik, serta penguatan Tridharma berbasis keunggulan institusi.

“Wadir Bidang Keuangan dan Umum harus memastikan tata kelola anggaran, dan layanan umum berjalan efektif, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada hasil. Begitu uga Wadir Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama harus menggerakkan prestasi mahasiswa, kesiapan lulusan bekerja, kewirausahaan, kerja sama strategis, serta pencegahan kekerasan, narkoba, dan korupsi di lingkungan kampus,”ungkapnya.

Ia juga memberikan pesan kepada Kepala P3M dan P2MP2 agar memperkuat riset terapan, pengabdian kepada masyarakat, hilirisasi hasil penelitian, publikasi, kolaborasi industri, dan dokumentasi dampak bagi masyarakat.

“Pastikan siklus penjaminan mutu PPEPP berjalan di seluruh unit, memperkuat akreditasi, mutu pembelajaran, OBE, PBL, teaching factory, audit mutu internal, dan validasi data kinerja, Seluruh pejabat baru bertanggung jawab kepada pimpinan sesuai bidang tugasnya. Kita akan bekerja berdasarkan target, data, bukti kinerja, dan dampak. Saya akan melakukan evaluasi secara berkala. Prestasi akan kita apresiasi, tetapi kelalaian, konflik kepentingan, penyalahgunaan kewenangan, dan rendahnya integritas harus kita koreksi secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya. (MT-01)