BULA, MalukuTerkini.com – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres SBT menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi Operasi Ketupat 2026.

Langkah besar ini diambil untuk menjamin kenyamanan serta keselamatan masyarakat di seluruh wilayah hukum Polres SBT selama momentum lebaran.

Kapolres SBT, AKBP Alhajat menjelaskan operasi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, terhitung 13 – 25 Maret 2026.

Menurutnya, seluruh kekuatan personel dikerahkan untuk memastikan stabilitas keamanan dan kelancaran arus lalu lintas.

“Melalui Operasi Ketupat 2026 ini, kami mengerahkan personel untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Fokus utama kami adalah menjaga ketertiban serta memastikan kelancaran arus lalu lintas selama perayaan Idul Fitri,” ungkap AKBP Alhajat.

Sebagai langkah awal sebelum dimulainya operasi, jelasnya, Polres SBT sebenarnya telah melakukan berbagai upaya preventif di lapangan. Jajaran kepolisian telah aktif mengamankan aktivitas Kampung Ramadhan, menjaga kekhusyukan ibadah shalat tarawih di masjid-masjid, hingga menjalankan Patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) demi meminimalisir potensi gangguan keamanan.

“Guna mendukung keberhasilan operasi ini, Polres SBT menerjunkan kekuatan penuh sebanyak 176 personel gabungan. Kekuatan tersebut terdiri dari 105 Personel Polres SBT, 15 personel Brimob, serta didukung oleh 56 personel dari instansi terkait lainnya,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan pelayanan, rincinya, Polres SBT juga telah mendirikan infrastruktur pengamanan di titik-titik strategis.

“Sebanyak 7 Pos Pengamanan (Pos Pam) disiagakan yang tersebar di Pantai Wailola, Jakarta Baru, Kian Darat, Geser, Werinama, Pulau Gorom, dan Wakate. Selain itu, sebuah Pos Terpadu juga didirikan di Pelabuhan Sesar untuk memantau pergerakan pemudik dan aktivitas transportasi laut,” rincinya.

Ia mebgaku keseluruhan pos tersebut kini sudah siap memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Harapan kami, dengan adanya Operasi Ketupat Salawaku 2026 ini, seluruh masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Timur dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan suasana yang aman, tentram, dan lancar,” ungkapnya. (MT-07)