AMBON, MalukuTerkini.com – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar kuliah umum yang menghadirkan pakar kesehatan masyarakat Prof dr Ari Natalia Probandari MPH PhD, Rabu (29/4/2026).
Kehadiran Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat FK Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang juga Kepala Divisi Tuberkulosis di Pusat Kedokteran Tropis Universitas Gadjah Mada ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai riset implementasi di sektor kesehatan publik
Dalam pemaparannya bertajuk “Riset Implementasi Program Kesehatan”, Prof Ari Probandari menjelaskan riset implementasi bukan sekadar studi teoretis, melainkan sebuah upaya sistematis untuk memahami apa yang bekerja dan tidak bekerja di lapangan.
“Untuk itu sangat penting mengidentifikasi hambatan serta menguji pendekatan baru guna memperbaiki pelaksanaan program kesehatan yang sedang berjalan,” jelas Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat lulusan Universitas Umea Swedia tahun 2004 ini.

Menurutnya, inti dari riset ini adalah menjawab pertanyaan mengapa sebuah kebijakan atau intervensi bisa berhasil atau justru gagal saat diterapkan pada situasi nyata
.“Riset implementasi memiliki karakteristik yang sangat kontekstual dan multidisiplin,” ujar Doktor lulusan Universitas Umea Swedia tahun 2010 ini.
Ia menjelaskan penelitian ini harus relevan dengan kebutuhan lokal dan melibatkan kolaborasi antar berbagai ahli, mulai dari klinisi hingga pembuat kebijakan
.“Tujuan utamanya adalah menciptakan perbedaan nyata dengan meningkatkan efektivitas, kualitas, serta pemerataan layanan kesehatan di masyarakat,” jelas prof Air yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Kesehatan Masyarakat, FK UNS sejak tahun 2019 ini.
Saat kuliah umum yang dimoderatori oleh Dr dr Theresia Natalia Seimahuira MKM tersebut, Prof Ari juga memaparkan berbagai indikator keberhasilan riset seperti akseptabilitas atau penerimaan pemangku kepentingan, keberlanjutan program, hingga efisiensi biaya.

“Setiap intervensi kesehatan harus dipantau secara ketat untuk memastikan cakupannya benar-benar menjangkau populasi yang membutuhkan,” jelas Anggota Majelis Wali Amanat UNS periode 2024-2029 ini.
Ia berharap para mahasiswa dan tenaga kesehatan di Maluku dapat menggunakan kerangka berpikir ini untuk mengevaluasi berbagai program kesehatan daerah secara lebih kritis.
“Melalui pendekatan yang tepat, diharapkan hasil riset tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi derajat kesehatan masyarakat luas,” ungkap Ketua Senat Akademik Fakultas Kedokteran UNS periode 2024-2029 ini.
Kuliah umum ini juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr Elna Sitourisme Anakotta SpM MH bersama alumni Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM angkatan 1993 yang merupakan rekan seangkatan Profesor Ari. Hadir juga Dekan FK Unpatti dr Farah Christina Noya MHPEd PhD. (MT-01)


Tinggalkan Balasan