AMBON, MalukuTerkini.com – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Lulusan Program Diploma dan Sarjana Terapan periode April 2026.

Rapat Senat yang berlangsung di Auditorium Polnam pada Kamis (30/4/2026) ini menjadi momen haru bagi Direktur Polnam, Dady Mairuhu ST MM.

Dalam sambutannya, Dady memgaku wisuda periode ini memiliki makna mendalam karena menjadi momen terakhirnya menyampaikan pidato sebagai Direktur.

Ia akan segera mengakhiri masa jabatan setelah mengemban amanah memimpin kampus tersebut selama kurang lebih delapan tahun.

“Delapan tahun bukanlah waktu yang singkat. Kita bersama-sama menghadapi tantangan sarana prasarana yang terbatas, perubahan kebijakan nasional, hingga masa sulit pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu,” ungkapnya.

Kendati didera berbagai tantangan, Dady bersyukur Polnam terus menunjukkan eksistensinya sebagai perguruan tinggi vokasi yang relevan.

“Selama masa kepemimpinan saya , Polnam berhasil menambah sejumlah program studi baru, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, serta memperluas jejaring kerja sama dengan dunia usaha dan industri (DUDI),” jelasnya.

Bahkan, Polnam telah menjalin kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi di tingkat internasional, baik di kawasan Asia maupun Eropa. Ia juga mengumumkan rencana pembangunan fasilitas kampus yang akan mulai direalisasikan tahun ini.

“Semua capaian ini bukan hasil kerja satu orang, melainkan hasil kerja bersama seluruh civitas akademika Politeknik Negeri Ambon,” ujarnya.

Kepada para lulusan yang kini resmi menyandang status alumni, Dady menitipkan pesan agar tidak cepat berpuas diri.

“Jadilah lulusan yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga tangguh, jujur, dan disiplin. Ijazah ini bukan garis finis, melainkan pintu masuk menuju tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi kebanggaan keluarga, almamater, dan Maluku,” tandasnya.

Mengakhiri pidatonya, Dady menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para dosen, tenaga kependidikan, serta orang tua mahasiswa atas kepercayaan yang diberikan.

Dengan nada rendah hati, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama dua periode kepemimpinannya.

“Saya hanyalah manusia biasa. Saya mohon maaf apabila terdapat kekurangan atau keputusan yang belum berkenan. Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik bagi institusi ini,” ujarnya. (MT-01)