AMBON, MalukuTerkini.com – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) turut memaparkan progress riset strategis bertajuk PUSPADAYA (Pengambilan Keputusan oleh Perempuan Berdaya).
Riset yang berfokus pada penguatan kader kesehatan desa ini menjadi langkah nyata dalam transformasi sistem data gizi berbasis digital di Maluku.
Pemaparan progress riset yang telah berjalan sejak 2024 tersebut dilakukan melalui rangkaian pertemuan intensif di dua lokasi yaitu Kecamatan Saparua, Rabu (22/4/2026) dan Ruang Rapat Kantor Gubernur Maluku, Kamis (23/4/2026).

Tim Peneliti PUSPADAYA dari FK Unpatti, drg Christiana Rialine Titaley MIPH PhD menjelaskan program ini bukan sekadar riset lokal, melainkan kolaborasi internasional yang melibatkan Universitas Pattimura (Unpatti), Universitas Airlangga (Unair), Politeknik Banyuwangi dan University of Sydney Australia
“Proyek ini mendapat dukungan penuh dari Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) melalui skema Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia (KONEKSI),” jelasnya.
Ia merincikan, tujuan utama PUSPADAYA adalah membangun Sistem Data Terpadu yang memberdayakan kader kesehatan perempuan dalam pengambilan keputusan program gizi di tingkat desa. Di Maluku, fokus penelitian menyasar wilayah kerja Puskesmas Saparua dan Porto-Haria.
“Sejak September 2025, para kader Posyandu telah dibekali pelatihan intensif. Mereka tidak hanya belajar teknis pengukuran antropometri balita dan ibu hamil, tetapi juga dilatih menggunakan aplikasi digital PUSPADAYA serta keterampilan negosiasi dan presentasi,” rincinya.

Setelah melewati masa pelatihan dan pendampingan selama enam bulan, katanya, tim peneliti melakukan evaluasi pada April 2026 ini untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan para kader.
“Selama proses pendampingan, kader didorong untuk menjadi ujung tombak edukasi kesehatan di desa. Mereka kini mampu mengelola data secara mandiri melalui aplikasi dan melakukan negosiasi strategis dengan pemangku kepentingan terkait demi keberlangsungan kegiatan Posyandu,” katanya.
Pertemuan di Saparua dihadiri oleh Camat Saparua, Kepala Puskesmas, bidan koordinator, pemerintah negeri, hingga perwakilan BKKBN dan PKH. Sementara itu, pertemuan di Kantor Gubernur Maluku melibatkan pemangku kepentingan di level Provinsi dan Kabupaten Malteng guna memastikan keberlanjutan program ini ke depan. (MT-01)


Tinggalkan Balasan