AMBON, MalukuTerkini.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah bersiap menyulap wajah infrastruktur jalan di Banda Neira, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menjadi lebih modern sekaligus ramah lingkungan.
Langkah strategis ini diawali dengan rencana pembangunan jalan sepanjang 12,65 kilometer (km) melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026, demi memperkuat konektivitas di kawasan bersejarah tersebut.
Penanganan infrastruktur ini merujuk pada Masterplan Pengembangan dan Penataan Kawasan Banda Neira dan Sekitarnya Tahun 2025-2045 yang dirilis oleh Kementerian PPN/Bappenas.
Adapun pelaksanaan program IJD sendiri mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 mengenai Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.
Melalui kebijakan ini, pemerintah pusat hadir untuk mempercepat penanganan ruas-ruas jalan daerah strategis yang selama ini kerap terkendala oleh keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengaku program tersebut sengaja dirancang untuk meningkatkan kemantapan dan konektivitas jalan di daerah.
“Hal ini akan mempermudah jalurnya distribusi hasil pertanian serta membuka akses penuh menuju kawasan produksi pangan dan energy,” ungkapnya.
Dikatakan, proyek ini pada akhirnya bermuara pada dorongan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Selain mempermudah mobilitas masyarakat, peningkatan jalur transportasi di Banda Neira ini dinilai sangat mendesak untuk menopang sektor-sektor unggulan di sana,” katanya
Dody menjelaskan perbaikan jalan ini sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran distribusi komoditas perkebunan, khususnya pala yang produksinya mencapai 646 ton per tahun, serta sektor perikanan yang menyumbang hingga 16.127 ton per tahun.
“Proyek ini juga ditargetkan mampu meningkatkan akses wisatawan menuju berbagai destinasi bersejarah di Banda Neira,” jelasnya.
Mengingat kondisi jalan eksisting di Banda Neira saat ini relatif sempit dengan lebar hanya berkisar 3 hingga 3,5 meter, pemerintah akan menerapkan penataan khusus.
Ke depan, jalanan tersebut akan diperkuat menggunakan konstruksi beton atau rigid pavement. Saluran drainase yang sudah ada pun tidak akan digusur, melainkan di atasnya akan dibangun trotoar demi kenyamanan pejalan kaki.
Uniknya, pemerintah juga mengusung konsep transportasi masa depan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk kawasan ini. Karena dimensi jalan yang terbatas dan hanya bisa dilalui kendaraan kecil, penggunaan bajaj listrik akan didorong sebagai alternatif kendaraan konvensional.
Di samping itu, sepeda akan dipromosikan secara masif sebagai moda transportasi utama, sementara jalur pedestrian selebar 1,2 hingga 1,5 meter akan dibangun di salah satu sisi jalan, seperti di kawasan sekitar Benteng Belgica. Sisi jalan lainnya akan difungsikan secara fleksibel, baik sebagai ruang milik jalan untuk akses kendaraan maupun sebagai ruang hijau.
Melalui seluruh rangkaian penataan dan modernisasi ini, Banda Neira diharapkan mampu bertransformasi menjadi magnet pariwisata yang jauh lebih siap menyambut dunia luar.
“Dengan peningkatan infrastruktur jalan ini, diharapkan dapat mendukung Kawasan Banda sebagai kawasan strategis pariwisata nasional serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat maupun wisatawan terhadap fasilitas-fasilitas pelayanan dan objek wisata Banda,” jelas Dody. (MT-07)
