AMBON, MalukuTerkini.com – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Universitas Pattimura (DPP IKAPATTI) berpandangan tolok ukur utama keberhasilan megaproyek Blok Masela tidak boleh hanya bersandar pada besarnya nilai investasi atau volume produksi gas semata. Keberhasilan proyek strategis nasional ini harus tercermin secara nyata pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di Provinsi Maluku.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum DPP IKAPATTI Periode 2025-2029, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU dalam keterangannya yang diterima malukuterkini,com, Kamis (16/7/2026).
Ia menyatakan pembangunan Proyek Blok Masela yang groundbreaking-nya telah dilakukan Kamis (16/7/2026) menjadi tonggak awal transformasi ekonomi Maluku untuk tumbuh menjadi daerah yang lebih maju, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.
Dalam pandangannya, Sadali Ie mengaku Proyek Blok Masela memikul tanggung jawab besar untuk memprioritaskan pemanfaatan sumber daya manusia lokal.
“Masyarakat Maluku harus memperoleh kesempatan yang nyata sebagai tenaga kerja pada berbagai jenjang, mulai dari pekerjaan teknis hingga profesional dan manajerial. Oleh sebab itu, Pemerintah dan pelaksana proyek perlu menyiapkan program pelatihan, sertifikasi, magang, dan peningkatan kompetensi sehingga tenaga kerja lokal mampu memenuhi kebutuhan industri migas modern,” ungkap Sadali yang juga menjabat Sekda Provinsi Maluku.
Selain itu, Proyek Blok Masela harus dapat membawa dampak nyata dalam pemberdayaan UMKM dan Pengusaha Lokal.
“Rantai pasok proyek harus memberikan ruang yang luas bagi pelaku usaha lokal. DPP IKAPATTI berharap agar supaya pengadaan barang dan jasa dapat melibatkan perusahaan-perusahaan asal Maluku -sepanjang memenuhi kualifikasi dan persyaratan- sehingga manfaat ekonomi proyek dapat tersebar secara lebih merata,” katanya.
Proyek Blok Masela, jelasnya, juga harus dapat membawa dampak nyata bagi penguatan infrastruktur daerah.
“Keberadaan proyek harus menjadi katalis pembangunan infrastruktur publik, antara lain: pelabuhan, bandara, jalan, listrik, air bersih, telekomunikasi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Keberadaan infrastruktur tersebut harus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, tidak hanya untuk mendukung kegiatan industry,” jelas Sadali.
Ia juga berharap Proyek Blok Masela dapat memberikan perlindungan terhadap lingkungan.
“Pelaksanaan keseluruhan tahapan proyek wajib memperhatikan dan sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Ekosistem pesisir, laut, dan sumber daya alam Maluku harus tetap terjaga melalui pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan pengawasan yang berkesinambungan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, katanya, Proyek Blok Masela hendaknya dapat memberikan penghormatan dan perlindungan terhadap Masyarakat Adat.
“Hak-hak masyarakat adat harus dihormati dan dijunjung tinggi. Pada konteks itu, dialog yang terbuka dan partisipatif menjadi fondasi penting agar pembangunan berlangsung secara adil serta memperoleh dukungan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan Perguruan Tinggi di Maluku wajib menjadi mitra strategis dalam mendukung pengembangan Proyek Blok Masela melalui riset, penyusunan kebijakan, pengembangan SDM, monitoring lingkungan, inovasi teknologi, dan penguatan ketahanan pangan.
“Berdasarkan tersebut maka DPP IKAPATTI merekomendasikan hal-hal, yaitu Pertama, Penyusunan peta jalan pengembangan SDM Maluku yang terintegrasi dengan kebutuhan proyek; Kedua, Peningkatan pemanfaatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan keterlibatan dunia usaha lokal secara terukur; Ketiga, Penguatan sistem pemantauan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkala; serta Keempat, Penyusunan program pembangunan pasca-operasi yang menjamin keberlanjutan ekonomi masyarakat,” tandasnya.
Ia juga mengatakan groundbreaking Proyek Blok Masela bukan sekadar dimulainya pembangunan fasilitas industri migas. Momentum ini merupakan awal transformasi ekonomi Maluku menuju daerah yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
“DPP IKAPATTI percaya keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari besarnya investasi maupun volume produksi gas alam, tetapi juga dari sejauh mana proyek ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal, menciptakan kesempatan usaha yang luas, menjaga kelestarian lingkungan, serta menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” katanya.
DPP IKAPATTI menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pelaksana proyek, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan Proyek ABADI Blok Masela melalui kontribusi pemikiran, penelitian, pendampingan, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Blok Masela adalah anugerah Tuhan bagi masyarakat Maluku dan Indonesia. Keberhasilan proyek ini harus diukur bukan dari jutaan ton LNG yang diproduksi atau triliunan rupiah investasi yang ditanamkan, tetapi dari seberapa besar masyarakat Maluku memperoleh kesempatan kerja, kesempatan berusaha, peningkatan kualitas hidup, dan kesejahteraan yang berkelanjutan,”tandasnya. (MT-01)
