NAMLEA, MalukuTerkini.com – Personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Maluku bergerak cepat memadamkan kobaran api yang membakar lahan di sekitar depan Mako Kompi 3 Batalyon A Pelopor, Namlea, Kabupaten Buru, Minggu (9/8/2026).

Respons siaga tersebut berhasil mengendalikan api sebelum meluas dan membahayakan lingkungan sekitar.

Sebanyak 30 personel yang dipimpin langsung oleh Komandan Kompi (Danki) 3 Batalyon A Pelopor, AKP Robby Sinay dikerahkan ke lokasi kejadian. Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 18.20 WIT dengan mengandalkan unit Armoured Water Cannon (AWC) beserta sarana pendukung lainnya.

Setelah bekerja keras selama kurang lebih satu jam, api berhasil dipadamkan pada pukul 19.25 WIT dan area dipastikan benar-benar aman pada pukul 19.35 WIT.

Danki 3 Batalyon A Pelopor, AKP Robby Sinay, menjelaskan pengerahan personel dilakukan secara spontan guna menindaklanjuti laporan titik api.

“Kebakaran yang melanda area bervegetasi kering tidak boleh ditangani secara lambat karena rentan membesar dalam waktu singkat. Begitu mengetahui adanya kebakaran, personel langsung kami kerahkan untuk melakukan pemadaman. Prioritas kami adalah mengendalikan api secepat mungkin agar tidak meluas dan memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman,” jelasnya.

Ia mengatakan personel Brimob akan senantiasa disiagakan untuk mengantisipasi kejadian serupa, sembari mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan.

Sementara itu, Dansat Brimob Polda Maluku Kombes Pol Tedy Purnanto menegaskan aksi tanggap darurat ini merupakan bentuk perlindungan nyata Polri kepada masyarakat.

“Kesiapan personel serta ketersediaan sarana pendukung menjadi kunci utama untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak membahayakan area yang lebih luas,” tandas alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 ini.

Dijelaskan, Satbrimob Polda Maluku selalu menyiagakan personel dan sarana untuk mendukung penanganan berbagai situasi yang membutuhkan respons cepat, termasuk kebakaran.

“Prinsipnya, setiap potensi kebakaran harus ditangani sedini mungkin agar tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” jelas mantan Komandan Satuan (Dansat) Wanteror Pasukan Gegana Korps Brimob Polri ini.

Kombes Tedy yang pernah menjabat Kapolres Solok Selatan ini juga menegaskan pentingnya sinergi dengan warga. Menurutnya, pencegahan karhutla tidak bisa dipikul oleh aparat saja, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat melalui pelaporan cepat jika melihat indikasi munculnya titik api. (MT-04)