AMBON, MalukuTerkini.com – Tim SAR Gabungan menghentikan operasi pencarian terhadap warga Negeri Rutong yang hilang terseret ombak setelah upaya penyisiran hingga hari ketujuh, Minggu (23/8/2026), tidak membuahkan hasil.
Komandan Tim Operasi SAR, Renhard Loppies, menjelaskan keputusan penghentian operasi ini diambil setelah pihaknya melakukan koordinasi intensif bersama keluarga korban dan seluruh unsur SAR yang terlibat.
“Walaupun operasi pencarian ditutup, seluruh pihak akan tetap melakukan pemantauan di kawasan sekitar lokasi kejadian. Jika di kemudian hari ditemukan tanda-tanda pasti mengenai keberadaan korban, operasi pencarian akan langsung dibuka kembali,” ungkap Loppies dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Minggu (23/8/2026)/
Pencarian pada hari terakhir tersebut, jelasnya. dilakukan secara maksimal sejak pukul 08.00 WIT dengan mengerahkan empat Search and Rescue Unit (SRU).
“Tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, Polairud Polda Maluku, Polsek Leitimur Selatan, Kodaeral IX, hingga masyarakat setempat menyisir kawasan perairan Negeri Rutong dan sekitarnya,” jelasnya
Ia mengatakan, upaya pencarian hingga sore hari telah dimaksimalkan melalui jalur udara, permukaan air, bawah air, hingga sepanjang pesisir pantai, namun keberadaan korban tetap belum menemukan titik terang.
Insiden naas tersebut bermula ketika korban pergi melaut bersama dua rekannya untuk menjaring ikan di sekitar perairan Negeri Hutumuri pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIT.
Petaka datang sekitar pukul 19.00 WIT saat perahu yang mereka tumpangi dihantam gelombang tinggi. Korban seketika terseret ombak dan dinyatakan hilang, sementara dua rekan lainnya berhasil menyelamatkan diri. (MT-06)


