AMBON, MalukuTerkini.com – Dua penambang ditemukan tewas tertimbun di dalam lubang bekas galian kawasan Tambang Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Minggu (6/9/2026).
Kedua korban ditemukan oleh warga secara bertahap di kawasan Tiang Listrik 2. Penemuan jasad pertama dilaporkan sekitar pukul 05.00 WIT, sedangkan korban kedua ditemukan sekitar pukul 11.00 WIT di titik yang tidak jauh dari lokasi penemuan awal.
Setelah proses evakuasi oleh warga setempat, kedua jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk dimakamkan.
Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli menjelaskan korban pertama diduga merupakan warga Desa Wakasihu yang biasa disapa Onco, sementara korban kedua teridentifikasi sebagai Ismail Nakul, warga Desa Wakal.
“Korban pertama diduga merupakan warga Desa Wakasihu dan berdasarkan informasi masyarakat biasa dipanggil Onco. Namun, identitas lengkap korban masih dalam proses pendalaman,” jelasnya.
Andi mengatakan bahwa kawasan Tambang Luhu memiliki tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi.
“Hal tersebut dipicu oleh banyaknya lubang bekas pertambangan yang terbiarkan terbuka tanpa penataan maupun sistem pengamanan yang memadai, sehingga struktur tanah di sekitarnya rawan mengalami longsor sewaktu-waktu. Selain tidak memiliki legalitas, aktivitas penambangan seperti ini juga memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap keselamatan jiwa,” katanya.
Polisi ssat ini, tandasnya, terus melakukan pemantauan dan mengumpulkan bahan keterangan di lapangan guna mengungkap secara jelas kronologi insiden tersebut.
“Kami tidak ingin ada lagi korban jiwa akibat aktivitas penambangan ilegal maupun karena masyarakat berada di sekitar lubang bekas galian yang tidak aman. Karena itu, kami meminta semua pihak mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan aktivitas di lokasi yang membahayakan,” tandasnya. (MT-04)
