AMBON MalukuTekrini.com – Program Studi (Prodi) Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) terus berkomitmen mencetak tenaga medis berkualitas yang siap mengabdi di wilayah kepulauan.

“Jadi adanya Prodi Kedokteran Gigi di FK Unpatti ini juga bertujuan untuk membina dokter-dokter gigi yang paham situasi kepulauan, yang bisa bertahan di wilayah kepulauan, sehingga nantinya mereka bisa ditempatkan di seluruh wilayah kepulauan di Maluku ini,” ungkap Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D. saat pemnbukaan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan Gigi dan Mulut yang digelar atas kolaborasi Prodi Kedokteran Gigi FK Unpatti bersama empat Perguruan Tinggi (PT) lainnya di Negeri Tiouw, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (10/10/2026)

Dielaskan, geografis Provinsi Maluku yang didominasi wilayah perairan menjadi salah satu alasan utama pentingnya menghadirkan tenaga medis yang memahami kondisi lapangan.

“Untuk mencapai daerah tertentu seperti Saparua saja, masyarakat maupun petugas kesehatan harus menempuh perjalanan laut sekitar satu jam dari Tulehu menggunakan speedboat. Bahkan, di beberapa pulau lain dengan kondisi transportasi yang lebih sulit, perjalanan hanya dapat dijangkau menggunakan perahu mesin tradisional atau ketinting,” jelasnya.

Keberadaan prodi ini, katanya, bertujuan khusus membina calon dokter gigi agar memahami karakteristik serta situasi wilayah kepulauan.

“Dengan pembekalan mental dan keterampilan yang adaptif, para lulusan diharapkan memiliki daya tahan tinggi dan siap ditempatkan di seluruh penjuru kepulauan Maluku,” katanya.

Dokter Farah mengaku langkah ini juga menjadi jawaban atas kondisi Maluku yang hingga kini masih mengalami kekurangan tenaga dokter gigi.

“Upaya penguatan sumber daya manusia tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui program beasiswa. Seluruh mahasiswa angkatan yang kini menempuh semester tiga telah berhasil memperoleh beasiswa afirmasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” ungkapnya.

Narasumber FK Unpatti mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut dan optimis para mahasiswa yang lulus kelak sudah memiliki kepastian tempat pengabdian di berbagai kabupaten di Kepulauan Maluku.

“Walaupun belum mencakup seluruh daerah, setidaknya terdapat 21 lokasi prioritas yang siap diisi oleh para calon dokter gigi tersebut setelah menyelesaikan pendidikan mereka dalam kurun waktu lima tahun ke depan,” jelasnya.

Dengan fokus pendidikan berbasis kedokteran kepulauan, jelasnya, para lulusan FK Unpatti diharapkan tidak hanya mampu memberikan pelayanan kesehatan gigi secara merata di Maluku, tetapi juga siap memperluas jangkauan pengabdian hingga ke pulau-pulau lain di Indonesia yang membutuhkan.

Baksos tersebut dihadiri Dekan FK Unpatti dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D; Dekan FKG Unpatti Erni Marlina, Ph.D., Sp.P.M., Subsp.Inf.Im; Ketua Prodi Kedokteran Gigi FK Unpatti drg. Christiana Rialine Titaley, MIPH., Ph.D; Pimpinan FKG Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Pimpinan Prodi Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Makassar, Pimpinan Prodi Kedokteran Gigi Universitas Mega Buana Palopo.

Hadir juga Ketua PDGI Wilayah Maluku drg. Wendy Pelupessy, M.Kes; Ketua PDGI Cabang Ambon drg. R Hari Triwijaya, Sp.BMM; Ketua PDGI Cabang Maluku Tengah (Malteng) drg. Winda Dwi M Masuku, Sp.PM; dan Ketua PDGI Cabang Buru drg. Prislila MD Pattisahusiwa, Sp.BMM.

Selain itu, hadir juga Sekretaris Kecamatan Saparua Kabupaten Malteng Idham Sopamena S.STP. (MT-01)