AMBON, MalukuTerkini.com – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) menyiapkan terobosan dalam pengembangan pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan Maluku melalui pengembangan Archipelago Academic Health Hub (AAHH) yang direncanakan diluncurkan pada 2027.
Terobosan ini menjadi bagian dari komitmen FK Unpatti dalam mendukung pemerintah daerah membangun rural pipeline and pathways melalui kemitraan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.
Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D., menegaskan pengembangan AAHH akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat keterhubungan antara institusi pendidikan kedokteran dengan sistem pelayanan kesehatan di daerah.
“Komitmen ini akan kita perkuat melalui pengembangan AAHH yang direncanakan untuk diluncurkan pada tahun 2027,” ungkap Farah dalam sambutannya pada prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan 38 dokter baru lulusan angkatan 40 Periode November 2026 di Gedung Presisi Mapolda Maluku, Rabu (4/11/2026).
Dijelaskan, AAHH akan dikembangkan sebagai pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan pendidikan kedokteran dengan sistem pelayanan kesehatan di kabupaten dan kota di Maluku.
“Melalui konsep tersebut, rumah sakit daerah, puskesmas, serta berbagai fasilitas kesehatan lainnya diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan medis, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pendidikan, penelitian, pengembangan kompetensi, dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan,” jelasnya.

Menurut Farah, integrasi tersebut penting untuk memastikan proses pendidikan kedokteran dapat berjalan seiring dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses layanan.
“Melalui AAHH, kita ingin membangun sistem yang saling memperkuat: FK Unpatti mendukung pendidikan dan pengembangan kompetensi, pemerintah daerah memastikan kebutuhan dan kelanjutan sistem pelayanan, serta masyarakat menjadi mitra sekaligus penerima manfaat,” ungkapnya.
Ia mengatakan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
“Pengembangan AAHH juga diharapkan mampu membuka jalur pendidikan dan pengembangan tenaga kesehatan yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan daerah. Dengan demikian, keberadaan tenaga dokter tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat di daerah terpencil dan kepulauan,” katanya.
Farah menegaskan, pengembangan Archipelago Academic Health Hub merupakan salah satu strategi jangka panjang FK Unpatti untuk memperkuat kemandirian tenaga kesehatan sekaligus menjamin keberlanjutan pelayanan kesehatan di Maluku.
“Inilah salah satu strategi jangka panjang untuk membangun kemandirian tenaga kesehatan dan keberlanjutan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan Maluku,” tandasnya.
Turut hadir saat pengambilan sumpah dan pelantikan dokter baru tersebut diantaranya Rektor Unpatti Prof. Dr. Freddy Leiwakabessy MPd, Ketua Senat Unpatti Prof. Dr. Tonny D Pariela, MA, Sekda Maluku Sadali Ie, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr. Elna Sitourisme Anakotta, Sp.M, Direktur RSUD dr. M. Haulussy Ambon dr. Winny Natacia Leiwakabessy, Sp.PA, M.Kes serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku dr. M. Saleh Tualeka, Sp.M., M.Kes. (MT-01)
