AMBON, MalukuTerkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus mempercepat transformasi digital dalam tata kelola perkoperasian melalui inovasi PA’KOP BACARITA (Penilaian Kesehatan Koperasi, Basis Data, Capaian, dan Informasi Terintegrasi) guna memperkuat pembinaan dan pengawasan koperasi berbasis data.

Inovasi yang digagas Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tata kelola perkoperasian melalui pemanfaatan sistem digital terintegrasi yang mampu menyajikan informasi kesehatan koperasi secara akurat dan sistematis.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon, Siegers Vebyana kepada wartawan di Ambon, Jumat (6/11/2026), menjelaskan PA’KOP BACARITA merupakan Proyek Perubahan yang dikembangkan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026.

Menurut Siegers, inovasi ini hadir untuk menjawab persoalan belum optimalnya pemanfaatan data hasil penilaian kesehatan koperasi sebagai dasar pelaksanaan pembinaan dan pengawasan berbasis risiko.

“Melalui PA’KOP BACARITA, Pemkot Ambon menghadirkan dashboard digital terintegrasi, yang memungkinkan data kesehatan koperasi dikelola, dianalisis, dan disajikan secara lebih sistematis, akurat, serta mudah diakses sesuai kewenangan pengguna,” kata Siegers.

Dashboard tersebut memuat sejumlah informasi penting, mulai dari hasil penilaian kesehatan koperasi, pemetaan profil risiko, rekomendasi pembinaan, hingga pemantauan kondisi koperasi.

Dengan tersedianya informasi tersebut, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi kondisi setiap koperasi sekaligus menentukan bentuk pembinaan yang sesuai dengan persoalan dan kebutuhan masing-masing.

Siegers mengungkapkan, selama ini data hasil penilaian kesehatan koperasi masih tersebar sehingga pemanfaatannya dalam proses pembinaan dan pengawasan belum berjalan maksimal.

“Karena itu, melalui inovasi PA’KOP BACARITA, berbagai data tersebut diintegrasikan ke dalam satu dashboard digital yang menyediakan informasi profil koperasi, hasil penilaian kesehatan, pemetaan risiko, hingga rekomendasi pembinaan. Bahkan, sistem ini dilengkapi early warning system berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), untuk mendukung penyediaan rekomendasi pembinaan,” ungkapnya.

Keberadaan sistem tersebut diharapkan membantu aparatur pembina dan pengawas koperasi memperoleh informasi secara lebih cepat dan akurat. Dengan demikian, langkah penanganan terhadap koperasi dapat dilakukan berdasarkan kondisi yang teridentifikasi.

Pengembangan PA’KOP BACARITA dilakukan melalui sejumlah tahapan, yakni pembentukan Tim Efektif, identifikasi proses bisnis dan inventarisasi data, standardisasi serta validasi data, pengembangan prototipe dashboard, hingga penyusunan standar operasional prosedur dan panduan penggunaan.

Selain pengembangan teknologi, inovasi ini juga didukung penyusunan Peraturan Wali Kota Ambon tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi. Regulasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan tata kelola keuangan koperasi agar semakin transparan serta tertib administrasi.

Siegers menjelaskan, tahapan berikutnya mencakup uji coba dashboard, sosialisasi, serta bimbingan teknis kepada aparatur dan pengurus koperasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sistem dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pengguna.

“Masukan dari para pengguna juga menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan fitur dan kualitas penyajian informasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, PA’KOP BACARITA tidak sekadar berfungsi sebagai tempat penyimpanan data, tetapi juga menjadi instrumen analisis dan pendukung pengambilan keputusan dalam pelaksanaan pembinaan koperasi.

Melalui inovasi tersebut, pola pembinaan koperasi di Kota Ambon diharapkan mengalami perubahan signifikan. Pengelolaan data yang sebelumnya dilakukan secara manual akan diarahkan menuju sistem digital terintegrasi.

Pembinaan yang selama ini cenderung bersifat umum juga akan dikembangkan menjadi pembinaan berbasis profil risiko. Dengan pendekatan tersebut, kebijakan yang diambil pemerintah daerah dapat lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan koperasi.

Selain itu, pengambilan keputusan diharapkan tidak lagi bersifat reaktif, melainkan berdasarkan data dan bukti atau evidence-based decision making.

Dari sisi pemerintah daerah, penerapan inovasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya administrasi, mempercepat pengolahan serta penyajian laporan, sekaligus membantu mengoptimalkan sumber daya pembinaan.

Sementara bagi koperasi, hasil penilaian kesehatan dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kelemahan dalam pengelolaan organisasi, meningkatkan transparansi, memperbaiki tata kelola keuangan, serta memperkuat kepercayaan anggota.

Jika diterapkan secara berkelanjutan, perbaikan tata kelola tersebut diyakini dapat berdampak terhadap peningkatan kinerja usaha koperasi dan kesejahteraan masyarakat.

Siegers menambahkan, keberhasilan pengembangan PA’KOP BACARITA membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut melibatkan jajaran Pemkot Ambon, Tim Efektif, aparatur pembina dan pengawas koperasi, pengurus koperasi, serta mitra pendukung teknologi.

Dukungan Wali Kota Ambon dan Wakil Wali Kota Ambon selaku Mentor Proyek Perubahan juga dinilai penting untuk mendorong penguatan serta keberlanjutan inovasi tersebut.

Ke depan, PA’KOP BACARITA diarahkan menjadi bagian dari sistem kerja Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon melalui pemutakhiran data secara berkala, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan analisis tren kesehatan koperasi, serta integrasi dengan sistem informasi terkait.

Inovasi ini juga diharapkan dapat menjadi model pengelolaan data perkoperasian yang berkelanjutan dan berpotensi diterapkan oleh daerah lain.

“Melalui PA’KOP BACARITA, kita ingin memastikan bahwa data kesehatan koperasi tidak hanya menjadi dokumen administrasi, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dan pembinaan yang tepat sasaran demi mewujudkan koperasi yang sehat, mandiri, dan berdaya saing,” sebut Siegers.

Melalui proyek perubahan tersebut, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon berkomitmen membangun sistem pembinaan dan pengawasan koperasi yang lebih modern, responsif, serta berorientasi pada data dan hasil.

Kehadiran PA’KOP BACARITA diharapkan menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Ambon dalam mempercepat transformasi digital pelayanan publik, memperkuat ekosistem perkoperasian, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. (MT-06)