Sekilas Info

Ketua PWI Maluku: Pers Jangan Hanya Fokus Isu Persaingan Capres

AMBON - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Maluku Izaac Tulalessy mengingatkan insan pers agar terus-menerus hanya berkutat dengan isu persaingan capres-cawapres dan mengesampingkan pemberitaan menyangkut proses-proses penyelenggaraan pemilihan legislatif.

"Jangan sampai pers terlalu sibuk dengan kontroversi tentang persaingan antar kandidat sehingga melupakan pentingnya pemberitaan tentang proses-proses penyelenggaraan pemilu," ungkap Tulalessy saat menjadi pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Peran Serta Media dalam Menyukseskan Pemilu 2019" yang digelar Direktorat Intelkam Polda Maluku di Ambon, Sabtu (29/12/2018).

Dikatakan, Pemilu 2019 adaah pemilu sangat kompleks sekaligus rawan, sebab di  bilik suara, kita berhadapan langsung dengan 5 kartu suara yang berbeda.

"Banyak sekali informasi yang mesti diketahui masyarakat tentang proses persiapan pemilu, pemungutan suara, kandidasi dan lain-lain," katanya.

Kendati demikian menurut Tulalessy, fakta menunjukkan, hingga hari ini sosialisasi tentang berbagai hal ini masih belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

"Hal ini menimbulkan kerawanan mengingat semakin dekatnya penyelenggaraan pemilu. Dalam hal ini, pers perlu diingatkan agar turut berperan dalam sosialisasi tentang tahap-tahap dan tata cara pemilu. Sebagaimana telah terbukti, media massa adalah saluran komunikasi dan informasi yang utama di Indonesia hari ini," ungkapnya.

Yang tidak kalah penting, katanya, pers harus menjaga suasana yang kondusif dan aman menjelang pelaksanaan pemilu.

"Semua kandidat yang terkait dengan proses politik sangat berkepentingan dengan pemberitaan media. Beberapa di antara mereka mungkin akan berusaha menggunakan ruang pemberitaan media untuk menyudutkan pihak-pihak lain. Perlu kedewasaan dan kehati-hatian dalam hal ini, agar media tidak terseret ke dalam konflik atau persaingan politik antar kontestan pemilu.  Media harus menghindari peranan peranan mengintensifkan dan memperbesar skala konflik melalui pemberitaan yang bersifat bombastis dan provokatif," kata Tulalessy. (MT-02)

Penulis:

Baca Juga