Sekilas Info

Ambon Jadi Lokasi Karantina Karyawan LNG Tangguh Bintuni

Ilustrasi

AMBON - Perusahaan migas proyek LNG Tangguh di Bintuni, Provinsi Papua Barat, mengajukan permohonan agar Ambon menjadi tempat karantina bagi para karyawannya sebelum memasuki area pengeboran gas alam yang di wilayah tersebut.

Para karyawan ini sebelum dikirim ke Ambon, telah melakukan serangkaian tes kesehatan termasuk rapid test dan dinyatakan negatif dari Covid-19.

“Tugas kita di Gugus Tugas Provinsi Maluku, maupun Kota Ambon dan Maluku Tengah hanya supervisi. Pertimbangan kita, ini industri strategis nasional. Industri ini harus tetap berjalan untuk mencukupi kebutuhan kita akan migas,” jelas Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku Jumat (8/5/2020).

Dikatakan, perusahaan migas tersebut meminta agar Ambon menjadi tempat karantina untuk pra-kerja karyawannya.

“Para karyawan ini diterbangkan ke Ambon untuk dikarantina selama 14 hari, sebelum diizinkan memasuki area proyek migas di Teluk Bintuni,” katanya.

Menurutnya, sampai di Bandara Pattimura Ambon, para karyawan ini dijemput oleh Bus yang disediakan dan dikoordinasikan oleh perusahaan, baru kemudian dibawa ke hotel yang telah disiapkan sebagai tempat karantina. Hotel yang dianggap memenuhi syarat oleh perusahaan migas tersebut yaitu Hotel Santika di Ambon, dan Hotel The Natsepa di Maluku Tengah.

“Hotel-hotel ini dianggap memenuhi syarat, artinya dari sisi perhotelan, kamarnya, dan seterusnya. Mereka di karantina tanpa berinteraksi dengan siapa pun. Karyawan hotel juga dilakukan rapid test,” menurutnya.

Pada hari kesepuluh karantina nanti, kata Kasrul, para karyawan ini sudah harus mempersiapkan diri untuk menuju daerah pengeboran di Bintuni. Sebelum kesana, mereka akan melakukan tes swab lagi. Meskipun telah melakukan serangkaian tes kesehatan termasuk RDT dan karantina, namun untuk meyakinkan  perusahaan, para karyawannya ini juga harus melakukan tes swab.

“Untuk dokter dan sebagainya, disiapkan oleh mereka sendiri. Setelah itu baru mereka yang sehat dikirim kembali ke Bintuni dengan pesawat carteran. Kalau misalnya mereka positif, maka mereka akan melaporkan ke kita,” ungkapnya.

Kasrul ini menegaskan, para karyawan yang dikarantina di Ambon ini bukanlah tenaga kerja asing.

“Semua yang datang kesini, bukan tenaga kerja asing. Mereka tenaga kerja Indonesia yang sedang cuti. Sebelum mereka masuk kembali ke area pengeboran, dipastikan kesehatan mereka tidak tertular Covid-19. Mereka datang ke Ambon untuk karantina pun sebenarnya sudah dalam keadaan sehat karena sudah lakukan serangkaian tes kesehatan. Ini hanya prosedur perusahaan saja,” tandasnya. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!