AMBON, MalukuTerkini.com – Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 42 kecamatan di Provinsi Maluku pada Januari 2022, diketahui Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku secara rata-rata mengalami peningkatan sebesar 0,25 persen dibanding Desember 2021, atau naik dari 104,16 pada Desember 2021 menjadi 104,43 pada Januari 2022.
“Peningkatan NTP disebabkan oleh peningkatan indeks harga hasil produksi pertanian (It) sebesar 1,08 persen, lebih tinggi peningkatan indeks harga yang dibayar untuk konsumsi rumah tangga serta biaya produksi (Ib) sebesar 0,83 persen,” jelas Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Provinsi Maluku, Jessica Pupella, dalam dalam keterangan tertulis yang diterima malukuterkini.com, Rabu (2/2/2022).
Dikatakan, peningkatan NTP pada Januari 2022 disumbangkan oleh peningkatan NTP pada dua subsektor, yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat (0,42 persen), dan subsektor perikanan (2,45 persen).
“Sementara tiga subsektor lainnya mengalami penurunan NTP, yaitu subsektor tanaman pangan (-0,57 persen), subsektor hortikultura (-0,18 persen) dan subsektor peternakan (-0,73 persen),” katanya.
Sebagaimana diketahui, Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) yang diperoleh dari perbandingan Indeks Harga Yang Diterima Petani terhadap Indeks Harga Yang Dibayar Petani, merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trading) dari harga produk pertanian dengan harga barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli/daya tukar petani. (MT-05)


Tinggalkan Balasan