AMBON, MalukuTerkini.com – Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti), dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D., menegaskan pentingnya adaptasi cepat serta jaminan lingkungan belajar yang kondusif tanpa praktik perundungan bagi para dokter muda yang mulai memasuki tahapan kepaniteraan klinik di rumah sakit pendidikan dan puskesmas jejaring.

Arahan tersebut disampaikan Farah dalam prosesi Ikrar Janji Dokter Muda yang berlangsung di Auditorium FK Unpatti, Ambon, Senin (27/7/2026).

Setelah pengucapan ikrar tersebut, para dokter muda akan mendapatkan bimbingan dalam kepaniteraan umum melalui serangkaian pengenalan pendidikan awal sebelum menjalankan tugas di RSUD Haulussy sebagai rumah sakit pendidikan utama, serta di beberapa rumah sakit jejaring dan puskesmas di sekitar Kota Ambon maupun luar daerah.

Dalam arahannya, Dekan FK Unpatti mengatakan fase kepaniteraan klinik menuntut perubahan gaya belajar dan pendekatan yang signifikan dibandingkan masa perkuliahan preklinik.

“Memang akan ada perubahan. Tidak lagi menghadapi ujian tulis ataupun buku ataupun selalu dengan jurnal, tetapi kalian akan berhadapan dengan pasien, dengan keluarga pasien, dengan masyarakat. Dengan demikian skill yang lebih yang harus dilatih adalah bagaimana berkomunikasi, bagaimana melaksanakan prosedur, bagaimana melakukan tindakan klinis,” katanya.

Ia mengaku perbedaan pola pembelajaran ini harus disikapi dengan adaptasi yang cepat oleh para dokter muda.

“Seluruh poin yang telah diucapkan dalam ikrar janji—mulai dari menghargai pasien, rekan sejawat, paramedis, hingga menjaga peralatan kedokteran—harus diterapkan secara nyata dalam praktik klinik guna menginternalisasi tugas sebagai dokter,” ungkapnya.

Menyinggung keberadaan Ujian Kompetensi Nasional Bagi Peserta Didik Pendidikan Dokter (UKMPPD) yang menjadi syarat kelulusan di akhir masa pendidikan profesi selama 1,5 hingga 2 tahun, Farah meminta para mahasiswa tidak menjadikannya sebagai beban yang menakutkan. Ujian kompetensi tersebut merupakan exit exam untuk mengukur sejauh mana kesiapan calon dokter sebelum dilepas ke masyarakat.

“Jangan jadikan UKMPPD nanti seperti tujuan akhir, tetapi bagian juga dari proses menjadikan kalian dokter yang utuh. Jadi stase demi stase, rotasi tiap bagian, itu adalah cara kalian mempersiapkan diri untuk ikut UKMPPD,” tandasnya.

Farah menjelaskan setiap kasus yang didapatkan, tindakan klinik yang dilakukan, serta pengalaman harian di setiap stase merupakan bentuk persiapan berkesinambungan menuju UKMPPD, sehingga para mahasiswa tidak perlu melakukan persiapan secara mendadak menjelang hari ujian.

Selain aspek akademis dan tindakan klinis, pimpinan FK Unpatti juga memberikan perhatian serius terhadap kesehatan mental para mahasiswa selama menjalani rotasi klinik. Pihak fakultas telah menyediakan Unit Bimbingan Klinik untuk membantu para dokter muda, baik di tingkat preklinik maupun klinik, dalam berkonsultasi mengenai kendala psikologis maupun akademik guna mengatasi burnout, stres, serta mempelajari metode coping yang tepat.

Guna memastikan proses pendidikan klinik di FK Unpatti serta rumah sakit jejaring berjalan kondusif, Farah meminta para dokter muda untuk tidak memendam masalah jika menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan SOP atau panduan Buku Putih.

“Ketika dalam pendidikan klinik Adik-adik mendapatkan hal-hal yang mungkin di luar ekspektasi atau di luar panduan yang tertulis dalam SOP dalam Buku Putih, silakan kalian konsultasikan, laporkan. Ada para Koordinator Prodi, ada saya juga selaku pimpinan. Jadi jangan disembunyikan sehingga itu malah membuat kalian depresi,” tandasnya.

Ia juga menegaskan pihak fakultas bertekad menjamin proses pendidikan klinik berjalan bersih dari tindakan perundungan (bullying). Apalagi, perhatian terhadap kesehatan mental (mental health) dalam pendidikan klinik dan PPDS kini menjadi fokus utama dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi maupun Kementerian Kesehatan seiring maraknya laporan kasus perundungan, sehingga kerja sama dari seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan bersahabat. (MT-01)