Sekilas Info

Kapolda Maluku Ingin Bidhumas Sajikan Kearifan Lokal

AMBON, MalukuTerkini.com - Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif menginginkan agar Bidang Humas (Bidhumas) Polda Maluku dan seluruh fungsi kehumasan di Polres/Polresta jajaran dapat menulis terkait kearifan lokal di majalah Tribratanews.

Keinginan tersebut disampaikan Kapolda saat membuka kegiatan pelatihan videografer dan fotografer yang digelar Bidhumas Polda Maluku di Ambon, Selasa (14/5/2024).

Pelatihan videografer dan fotografer diikuti oleh 50 peserta dari Polda Maluku dan Polres/Polresta jajaran maupun mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti).

"Banyak budaya Maluku yang perlu disajikan di majalah kita ini (Tribratanews-red), kita mengangkat kearifan lokal kita. Jangan hanya yang Polisi saja," ujar Kapolda dalam sambutannya.

Selain kearifan lokal, Kapolda juga menginginkan agar sebagai penegak hukum, Bidhumas yang merupakan salah satu fungsi di kepolisian dapat memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Banyak undang-undang yang kita tegakkan, undang-undang itu dishare kepada masyarakat. Misalanya bagaimana mencegah agar masyarakat  tidak terlibat masalah Undang-undang ITE, kita masukan bahan kajian dan contoh kasus-kasus yang ditangani dalam UU ITE tersebut ke majalah Tribratanews agar masyarakat lebih dapat memahami," kata alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1988 ii.

Kepada peserta, Kapolda mengaku Polri terus melakukan trust building atau meningkatkan kepercayaan kepada masyarakat.

"Saat ini setiap orang bisa jadi jurnalis bagi dirinya sendiri. Perkembangan lingkungan Medsos juga begitu banyak, ada tiktok, instagram, facebook, macam-macam," ungkap mantan Kepala Korps Polairud Baharkam Polri ini.

Ia juga mengingatkan personel agar tidak memposting hal-hal yang berpotensi menjadi hujatan masyarakat di media sosial.

"Jangan menampilkan perilaku yang aneh-aneh di media sosial sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan Polri. Tantangan kepolisian semakin tinggi. Penduduk Indonesia 250 juta sekian, ini yang disebut citizen atau orang yang tercatat, teregistrasi secara kependudukan, tapi ada yang disebut netizen itu jumlahnya bisa berlipat kali lebih banyak dari citizen," katanya.

Menurutnya, netizen bebas bisa menggunakan macam-macam identitas dan akun nama di media sosial, bahkan bisa berubah bentuk tanpa diketahui orang lain.

"Jadi kita harus bisa memberikan edukasi, kita bisa memberikan edukasi agar hal tersebut tidak di salah gunakan untuk melakukan pelanggaran atau kejahatan," harapnya.

Kapolda berharap pelatihan ini tidak berhenti di sini. Harus ada indikator pengukuran terkait keberhasilan peserta mengikuti pelatihan.

"Setelah dilakukan pelatihan nanti kita lihat mana anggota atau Polres-polres yang bisa melakukan kegiatan pemberitaan secara positif dan konstruktif dan bila perlu 1 Juli nanti kita berikan penghargaan. Bahkan kalau hasilnya positif saya bisa memberikan reward atau penghargaan dalam pembinaan karirnya," jelasnya. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!