BOGOR, MalukuTerkini.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mulai melakukan langkah strategis untuk memperkuat keselamatan maritim di wilayah Maluku.

Hal ini diawali dengan digelarnya Rapat Sinkronisasi Teknis Rencana Penetapan Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan Amahai, Provinsi Maluku, yang berlangsung di Bogor pada Selasa (5/5/2025).

Direktur Kenavigasian, Hernadi Tri Cahyanto, menegaskan Pelabuhan Amahai memegang peranan vital sebagai simpul konektivitas utama di Pulau Seram yang menghubungkan pergerakan logistik dan penumpang menuju Ambon.

“Tingginya intensitas lalu lintas kapal, membawa tantangan besar terhadap aspek keselamatan navigasi di perairan tersebut. Penetapan alur-pelayaran ini menjadi langkah strategis untuk menyediakan koridor pelayaran yang jelas dan terstandarisasi guna mengurangi tingkat risiko kecelakaan maritim,” tandasnya.

Ia mengatakan langkah ini juga bertujuan untuk mengatur pola lalu lintas kapal secara lebih tertib serta mendukung efisiensi operasional pelabuhan secara menyeluruh.

“Kompleksitas navigasi di Amahai dipengaruhi oleh karakteristik perairan yang relatif sempit pada akses masuk pelabuhan serta adanya variasi kedalaman yang berpotensi menjadi bahaya navigasi. Jika tidak dikelola melalui pengaturan koridor pelayaran yang formal, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu insiden seperti kapal kandas maupun tabrakan yang akan menghambat arus logistik nasional,” katanya.

Sejauh ini, jelasnya, Direktorat Kenavigasian bersama Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Ambon telah menyelesaikan sejumlah tahapan teknis, mulai dari survei hidro-oseanografi hingga kajian risiko navigasi yang terintegrasi dengan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP).

“Keberhasilan implementasi aturan ini di lapangan sangat bergantung pada komitmen dan kepatuhan seluruh pemangku kepentingan dalam mengawasi operasional alur tersebut,” jelasnya.

Hernadi berharap melalui forum sinkronisasi ini, dapat menyelaraskan persepsi dan mengakomodasi berbagai masukan teknis agar alur yang ditetapkan benar-benar aman dan implementatif.

“Upaya penataan ini menjadi bagian dari misi besar Kemenhub untuk mewujudkan sistem transportasi laut yang selamat, tertib, dan efisien, khususnya di kawasan strategis wilayah Maluku,” ujarnya.

Sinkronisasi Teknis tersebut juga dihadiri Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Ambon Jece Julita Piris dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Samuel Huwae. (MT-01)