AMBON, MalukuTerkini.com – Peringatan 111 tahun Australian and New Zealand Army Corps (Anzac) Day yang berlangsung di Kota Ambon menjadi simbol kuatnya ikatan sejarah yang tak terpisahkan antara Australia dan Maluku.

Peringatan Anzac Day yang dipusatkan di Taman Makam Persemakmuran Ambon, Sabtu (25/4/2026) ini juga menjadi ajang penguatan berbagai kerja sama strategis di bidang pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan publik.

Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias kepada malukuterkini.com di Ambon, Sabtu (25/4/2026) mengaku fakta lebih dari 1.000 makam prajurit Australia yang gugur di Ambon menjadi jangkar emosional bagi warga Negeri Kangguru.

“Ini adalah momen yang luar biasa. Ada sejarah panjang dengan Ambon, khususnya bagi keluarga prajurit yang gugur di sini. Hubungan ini erat, berkelanjutan, dan tidak bisa dipisahkan,” ungkapnya.

Selain penghormatan historis, Australia melalui Konsulat Jenderal di Makassar terus mempertegas komitmennya dalam mendukung pembangunan di Maluku melalui berbagai program unggulan.

“Di bidang pendidikan tinggi ada program beasiswa Australia Awards. Saya telah mengunjungi kampus-kampus utama seperti Universitas Pattimura (Unpatti), Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), dan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon untuk mendorong lebih banyak putra-putri Maluku meraih peluang studi di Australia,” tandasnya.

Todd menjelaskan di bidang pemberdayaan ekonomi local melalui Direct Aid Program, Australia memberikan hibah skala kecil yang menyentuh langsung sektor produktif, seperti pengembangan budidaya rumput laut bagi nelayan di Negeri Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Kemarin saya mengunjungi lokasi program pengembangan rumput laut guna membantu nelayan di Kairatu – Kabuaten Seram Bagian Barat. Ada juga program menanam bakau atau mangrove di Desa Poka – Ambon,” jelanya

Tak hanya itu, ada juga program Inklusi Sosial dan Inovasi Pendidikan. “Australia turut mendampingi LSM dalam isu kesetaraan gender dan disabilitas, serta membantu sekolah dasar di Maluku dalam meningkatkan kualitas metode mengajar guru,” katanya.

Selain itu, jelasnya, di bidang reformasi pelayanan public melalui Program SKALA, Australia bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku untuk mengoptimalkan standar pelayanan masyarakat agar lebih inklusif dan efisien.

“Setiap tahunnya, kunjungan warga Australia ke Ambon terus terjaga. Hal ini bukan sekadar kunjungan wisata, melainkan penghormatan terhadap sejarah yang diharapkan mampu terus membuka pintu kerja sama baru yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak di masa depan,” jelas Todd. (MT-01)