AMBON, MalukuTerkini.com – Fenomena astronomi Super New Moon atau fase bulan baru yang bersamaan dengan jarak terdekat bulan ke bumi (perigee) diprediksi akan memicu kenaikan tinggi muka air laut ekstrem di wilayah Maluku.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat mengenai potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan berlangsung dalam rentang waktu cukup lama.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin, kepada malukuterkini.com, di Ambon, Selasa (12/5/2026) menjelaskan fenomena ini terpantau melalui data water level dan prediksi pasang surut.

“Puncak fenomena Super New Moon sendiri diprediksi jatuh pada Minggu (17/5/2026), yang secara langsung berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di berbagai titik strategis,” jelasnya.

Ia merincikan, wilayah yang masuk dalam zona waspada meliputi Pesisir Kota Ambon, Pesisir Maluku Tengah, Pesisir Seram Bagian Timur, Pesisir Kepulauan Kei, Pesisir Kepulauan Aru, dan Pesisir Kepulauan Tanimbar.

“Walaupun potensi ini merata di beberapa kabupaten/kota, Mujahidin menekankan bahwa waktu terjadinya banjir rob, baik hari maupun jamnya, akan berbeda-beda di setiap wilayah tersebut,” riciya.

Secara umum, katanya, ancaman banjir rob ini diprediksi membayangi Maluku selama periode 13 – 24 Mei 2026.

“Dampak yang ditimbulkan diperkirakan akan mengganggu ritme ekonomi dan sosial, terutama pada aktivitas bongkar muat di pelabuhan serta mengancam keamanan pemukiman warga yang berada tepat di pinggir pantai,” katanya.

Menyikapi kondisi tersebut, Mujahidin mengimbau agar masyarakat tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan ekstra. Warga di wilayah pesisir diminta untuk selalu siaga melakukan langkah antisipasi guna meminimalisir dampak dari pasang maksimum air laut yang dapat terjadi sewaktu-waktu selama periode tersebut. (MT-01)