AMBON, MalukuTerkini.com – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Maluku mencatat lonjakan signifikan pada lalu lintas hewan kurban menjelang perayaan Iduladha pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Karantina Maluku yang diterima malukuterkini.com, Jumat (29/5/2026) disebutkan jumlah hewan kurban yang didistribusikan melalui berbagai Satuan Pelayanan (Satpel) Karantina di wilayah Maluku pada tahun 20206 meningkat sebesar 10,07 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2025, total hewan kurban yang tercatat melintas sebanyak 2.298 ekor, sementara pada tahun 2026 angka tersebut melesat hingga mencapai 2.521 ekor.

Peningkatan arus komoditas peternakan ini didominasi oleh mobilitas hewan kurban jenis sapi yang mengalami kenaikan konstan di hampir seluruh wilayah kerja karantina.

Secara akumulatif, lalu lintas sapi di seluruh Maluku melonjak dari 1.662 ekor pada tahun 2025 menjadi 1.991 ekor pada tahun 2026.

Selain sapi, tren positif juga terlihat pada komoditas kambing yang secara total meningkat dari 290 ekor menjadi 315 ekor pada tahun ini, walaupun untuk komoditas kerbau justru mengalami penurunan dari 346 ekor menjadi 215 ekor.

Jika ditinjau per wilayah kerja, Satpel Kobisadar menempati posisi teratas sebagai jalur lalu lintas hewan kurban paling sibuk di Maluku. Kobisadar mencatatkan performa luar biasa dengan total pengiriman mencapai 1.143 ekor pada tahun 2026, meningkat drastis dari tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 932 ekor. Lonjakan di Kobisadar ini terutama dipicu oleh tingginya pasokan sapi yang mencapai 917 ekor serta pasokan kambing sebanyak 225 ekor.

Kondisi yang kontras justru terjadi di Satpel Tual, yang menjadi satu-satunya wilayah dengan penurunan volume lalu lintas hewan kurban. Pada tahun 2025, Tual sempat memimpin dengan mencatat lalu lintas sebanyak 1.058 ekor, namun angka tersebut merosot menjadi 906 ekor pada tahun 2026 akibat penurunan signifikan pada pengiriman kerbau dan kambing, meskipun pengiriman sapi di wilayah tersebut terpantau tetap mengalami sedikit kenaikan.

Sementara itu, Satpel Namlea menunjukkan pertumbuhan yang sangat menggembirakan dengan mencatatkan total lalu lintas sebanyak 472 ekor pada tahun 2026, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 308 ekor. Pertumbuhan di Namlea ini didorong penuh oleh melonjaknya pasokan sapi yang bertambah hampir dua kali lipat menjadi 453 ekor, serta mulai munculnya lalu lintas kerbau meskipun dalam jumlah yang masih sangat terbatas.

Secara keseluruhan, data pertumbuhan yang menyentuh angka dua digit ini mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi sektor peternakan sekaligus meningkatnya kesadaran masyarakat Maluku dalam berkurban.

Karantina Maluku terus memperketat pengawasan dan pemeriksaan kesehatan di setiap pintu masuk dan keluar guna memastikan seluruh hewan kurban yang melintas tersebut berada dalam kondisi sehat, layak, dan aman dikonsumsi oleh masyarakat. (MT-01)