AMBON, MalukuTerkini.com – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) terus memperkuat komitmennya dalam membenahi kesehatan generasi muda Maluku.

Melalui program sekolah binaan, FK Unpatti menggelar aksi pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi puluhan siswa SDN 230 Maluku Tengah (Malteng) di Laboratorium Klinik FK Unpatti, Jumat (5/6/2026).

Aksi sosial yang telah memasuki jilid keempat ini tidak hanya sekadar pemeriksaan rutin, melainkan bentuk intervensi berkelanjutan demi meningkatkan derajat kesehatan anak sejak dini.

Sebelum ke kursi pemeriksaan, para siswa terlebih dahulu dibekali edukasi interaktif mengenai pentingnya mengonsumsi ikan untuk menunjang pertumbuhan optimal.

Sosialisasi ini digawangi langsung oleh mahasiswa koas stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) FK Unpatti.

Tak tanggung-tanggung, tim medis FK Unpatti melakukan pemeriksaan menyeluruh (skrining), mulai dari antropometri untuk memantau tumbuh kembang, hingga pemeriksaan kebersihan telinga.

Fokus utama kali ini menyasar pada tindakan kuratif gigi dan mulut. Sebanyak 33 siswa (30 siswa kelas III dan 3 siswa kelas II) mendapatkan penanganan medis langsung berupa restorasi (penambalan) serta ekstraksi (pencabutan) gigi.

Tindakan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan awal yang sebelumnya telah dipetakan di sekolah mereka.

“Pelayanan ini mencakup upaya promotif, preventif, hingga kuratif. Kita ingin memastikan anak-anak kita memahami cara menjaga kesehatan gigi sekaligus mendapatkan penanganan medis yang tepat,” ujar Koordinator Program Studi Kedokteran Gigi FK Unpatti, drg Christiana R Titaley MIPH PhD kepada malukuterkini.com, Jumat (5/6/2026).

Dalam pelayanan kali ini, drg Etty sapaan akibar Titaley didampingi oleh tim dokter gigi profesional yang juga dosen FK Unpatti, antara lain drg Pricilia F Pieritsz MKG, drg Suzanna Leuhery SpKG, drg Nadyah E Siahaya dan drg Glady A Tetelepta.

Pelayanan ini melibatkan langsung mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi angkatan pertama untuk melakukan asistensi tindakan medis di bawah supervisi ketat para dosen.

Melalui pelayanan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kuliah, tetapi langsung berdampak bagi masyarakat. (MT-01)