AMBON, MalukuTerkini.com – Program INOVASI Fase 3 bersama Universitas Pattimura (Unpatti) menghimpun para pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai wilayah di Indonesia dalam Workshop Berbagi Pengalaman dan Penggalian Ide bertema “Peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) bagi Pemerintah Daerah” yang berlangsung di Ambon, Senin (8/6/2026).

Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) adalah kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia untuk memperbaiki kebijakan dan praktik pembelajaran dan membantu Pemerintah Indonesia memastikan bahwa semua siswa di tingkat dasar di Indonesia, tanpa kecuali, menguasai keterampilan dasar.

Forum strategis ini menjadi ruang kolaborasi nasional yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, serta mitra pembangunan internasional untuk merumuskan langkah konkret dalam memperkuat peran LPTK sebagai pilar utama pencetak guru berkualitas.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Pendidikan Profesi Guru Kemendikdasmen Ferry Maulana Putra, Rektor Unpatti Prof Dr Fredy Leiwakabessy MPd, Rektor UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon Prof Dr Abidin Wakanno, Provincial Manager Program INOVASI Mus Mualim, perwakilan pemerintah daerah mitra INOVASI, BPMP, BGTK, serta 17 LPTK dari berbagai provinsi di Indonesia.

Turut hadir Counsellor for Knowledge, Innovation and Humanitarian Affairs Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Hannah Derwent, serta Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Prof. Dr. Nunuk Suryani.

Dekan FKIP Unpatti sekaligus Ketua Panitia, Prof Dr Izaak H. Wenno SPd MPd., mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar forum diskusi, tetapi wadah untuk memperkuat sinergi dan melahirkan gagasan-gagasan inovatif dalam menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.

“Workshop ini menjadi ruang kolaboratif untuk berbagi pengalaman, menggali ide, serta merumuskan strategi bersama dalam membangun pendidikan berkualitas, baik di Maluku maupun Indonesia secara keseluruhan,” katanya .

Menurut Wenno, kehadiran berbagai LPTK dan pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring kerja sama dan mempercepat lahirnya inovasi pendidikan yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu pembelajaran.

Sementara itu, Hannah Derwent menegaskan komitmen Australia untuk terus mendukung pembangunan pendidikan di Indonesia melalui berbagai program kemitraan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Kami bangga menjadi mitra Pemerintah Indonesia selama hampir 70 tahun. Kami berharap kolaborasi yang terbangun, khususnya di sektor pendidikan, dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” katanya.

Ia menilai guru, LPTK, dan pemerintah daerah merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Direktur Pendidikan Profesi Guru Kemendikdasmen, Ferry Maulana Putra, menegaskan kualitas sumber daya manusia Indonesia sangat bergantung pada kualitas guru.

“Kunci utama menciptakan sumber daya manusia unggul adalah guru. Karena itu, guru harus profesional sekaligus sejahtera,” tandasnya.

Menurut Ferry, penguatan pendidikan profesi guru harus berjalan seiring dengan tata kelola guru yang efektif dan berkelanjutan. Untuk itu dibutuhkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan guna menyiapkan calon guru yang kompeten, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa depan.

Workshop secara resmi dibuka oleh Rektor Unpatti Prof Dr Fredy Leiwakabessy MPd. Dalam sambutannya, menegaskan guru merupakan aset strategis bangsa yang harus terus diperkuat kapasitas dan kualitasnya.

“Kita adalah penghasil bibit unggul, yaitu guru-guru unggul. Bibit yang baik harus mendapatkan dukungan, penguatan, dan ruang berkembang agar mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas,” tandasnya.

Fredy juga menyoroti pentingnya penguatan tiga pilar utama pendidikan, yakni guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah, sebagai fondasi dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Tekad kita sama, menghadirkan pendidikan yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama,” katanya.

Melalui workshop ini, Program INOVASI kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pendidikan melalui kolaborasi lintas sektor. Berbagai rekomendasi dan strategi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat kapasitas guru, serta mempercepat terwujudnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. (MT-04)