AMBON, MalukuTerkini.com – Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok untuk Proyek Abadi Blok Masela dinilai dapat menjadi wadah dalam membangun pemahaman bersama mengenai kondisi dan kesiapan daerah.

Hal tersebut sangat penting demi mendukung keberlanjutan proyek strategis nasional yang berpusat di wilayah Maluku tersebut.

VP Supply Chain Management & Information Management Technology INPEX, Ltd., Rudi Imran menjelaskan diskusi terarah yang dilakukan bersama Universitas Pattimura (Unpatti) secara khusus memfokuskan pembahasan pada sejumlah aspek vital.

“Kesiapan-kesiapan itu antara lain mencakup ketersediaan tenaga kerja lokal, kesiapan para pelaku usaha serta penyedia barang dan jasa, hingga pemenuhan kebutuhan logistik seperti bahan pangan Ketiga aspek tersebut menjadi perhatian utama karena sangat menentukan sejauh mana masyarakat Maluku dapat berpartisipasi dan memperoleh manfaat langsung dari Proyek Abadi Masela,” ungkap Rudy disela-asela FGD yang berlangsung di Ambon, Kamis (11/6/2026).

Melihat jalannya FGD bertajuk “Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Berbasis Peningkatan Kapasitas Penyedia Barang dan Jasa untuk Menunjang Proyek Abadi LNG Blok Masela”  tersebut, Rudi mengaku sangat optimistis dengan respons positif yang ditunjukkan oleh para peserta.

“Tanggapan-tanggapan tersebut mencerminkan adanya kesadaran bersama untuk mulai menyelaraskan program kerja di instansi masing-masing, terutama dalam menyambut kebutuhan nyata saat proyek mulai memasuki tahapan konstruksi,” jelasnya.

Menurutnya, indikator keberhasilan proyek berskala besar ini tidak boleh hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik dan kapasitas produksi energi saja. Lebih dari itu, dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal harus menjadi tolok ukur yang utama.

“Semoga hasil dari FGD ini dapat menjadi pemicu lahirnya berbagai inisiatif strategis, baik dari jajaran pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan terkait lainnya dalam menggenjot kapasitas daerah. Harapan kami, kegiatan ini dapat menginisiasi berbagai langkah konkret yang perlu dilakukan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di Maluku agar dapat mempersiapkan diri sejak dini. Dengan demikian, ketika proyek memasuki tahap konstruksi, kontribusi masyarakat Maluku dapat berlangsung secara optimal,” ungkapnya. (MT-01)