AMBON, MalukuTerkini.com – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Maluku pada Mei 2026 tercatat berada di angka 5,75 persen. Angka ini menunjukkan tren positif dengan mengalami penurunan tipis sebesar 0,05 persen poin jika dibandingkan dengan periode Februari 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia menjelaskan TPT merupakan indikator utama yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang belum terserap oleh pasar kerja, sekaligus menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja di daerah tersebut.
“Dari kondisi terkini, rasio pengangguran di Maluku menyentuh angka sekitar enam orang dari setiap 100 orang angkatan kerja yang ada,” jelas Maritje Pattiwaellapia dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Rabu (5/8/2026)..
Berdasarkan gender, rincinya TPT perempuan di Maluku tercatat sebesar 6,15 persen atau masih lebih tinggi dibandingkan TPT laki-laki yang berada di angka 5,47 persen.

“Namun penurunan angka pengangguran pada periode ini justru ditopang oleh kelompok perempuan, rincinya.
Pattiwaellapia mengatakan TPT perempuan berhasil mengalami penurunan sebesar 0,25 persen poin dibandingkan Februari 2026.
“TPT laki-laki pada periode yang sama justru mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen poin,” katanya.
Ditinjau dari daerah tempat tinggal, jelasnya, ketimpangan pasokan tenaga kerja masih terlihat cukup mencolok antara kawasan perkotaan dan perdesaan.
“TPT di wilayah perkotaan mencapai 7,44 persen, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan TPT perdesaan yang hanya sebesar 4,45 persen. Kendati demikian, wilayah perkotaan mencatatkan perbaikan kinerja pasar kerja dengan penurunan TPT sebesar 0,21 persen poin dibandingkan periode tiga bulan sebelumnya,” jelasnya.
Sementara itu, struktur pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan menunjukkan angkatan kerja berpendidikan tinggi masih menghadapi tantangan terbesar di pasar kerja.
“Pada Mei 2026, TPT lulusan Diploma IV, S1, S2, hingga S3 menjadi yang tertinggi di antara jenjang pendidikan lainnya, yaitu menyentuh angka 10,23 persen. Sebaliknya, TPT terendah justru dicatatkan oleh angkatan kerja lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan persentase hanya sebesar 1,17 persen,” rincinya.
Menurutnya, pola pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan pada Mei 2026 ini secara umum masih memiliki kemiripan dengan pola pada Februari 2026.
“Namun penurunan TPT yang signifikan tercatat pada beberapa kategori pendidikan dasar hingga diploma. Kategori Diploma I/II/III mencatatkan penurunan terbesar yakni 2,44 persen poin, disusul Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 2,36 persen poin, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 1,70 persen poin, serta kategori Sekolah Dasar (SD) ke bawah yang turun sebesar 1,35 persen poin,” ungkapnya. (MT-06)
