AMBON, MalukuTerkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat dan pengelola jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi gelombang tinggi mencapai 4 meter masih mengintai sejumlah wilayah perairan di Provinsi Maluku.

Peringatan dini tersebut berlaku mulai Kamis (20/8/2026) pukul 09.00 WIT hingga Jumat (21/8/2026) pukul 09.00 WIT.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin, dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Kamis (20/8/2026) menjelaskan pola angin di wilayah Maluku secara umum bergerak dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 25 knot.

“Selain itu, ada juga peningkatan kecepatan angin hingga mencapai 30 knot atau lebih yang berpotensi terjadi di Perairan Pulau Buru dan Perairan Kepulauan Kai, sehingga kondisi ini berpeluang memicu kenaikan tinggi gelombang maksimum di wilayah tersebut,” jelasnya.







Menurut Mujahidin, gelombang laut kategori tinggi dengan ketinggian 2,50 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di beberapa kawasan, yaitu Perairan Timur Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru Bagian Barat, dan Perairan Kepulauan Babar.

“Wilayah-wilayah tersebut dinilai memerlukan perhatian khusus dari para pelaut karena risikonya yang cukup besar bagi keselamatan pelayaran,” ungkapnya.

Ia juga merincikan, daerah yang berpotensi mengalami gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,50 meter tersebar luas di Perairan Utara Pulau Buru, Perairan Selatan Pulau Buru, Perairan Seram Bagian Barat, Perairan Pulau Ambon dan Pulau Lease, Perairan Utara Maluku Tengah, serta Perairan Selatan Maluku Tengah.

“Kondisi tinggi gelombang sedang tersebut juga berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Banda Neira, Perairan Kepulauan Kei, Perairan Utara Kepulauan Aru, Perairan Selatan Kepulauan Aru, Perairan Barat Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Leti, Perairan Seram Bagian Timur (Utara, Selatan, dan Pulau Gorom), Perairan Wetar, Laut Banda, serta Laut Arafuru Bagian Tengah,” rincinya.

BMKG juga memberikan catatan keselamatan mengenai risiko tinggi perairan bagi setiap jenis armada laut.

“Perahu nelayan diimbau berhati-hati jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang pada kecepatan angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter, kapal ferry pada kecepatan angin lebih dari 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter, serta kapal kargo atau kapal pesiar pada kecepatan angin di atas 27 knot dan gelombang melampaui 4,0 meter,” jelasnya.

Mujahidin berharap kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada. (MT-07)