AMBON, MalukuTerkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga serta pelaku aktivitas pelayaran untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi mencapai 4 meter yang berpeluang melanda sejumlah wilayah perairan di Provinsi Maluku Rabu (19/8/2026) hingga Kamis (20/8/2026).
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Rabu (19/8/2026), menjelaskan keberadaan Bibit Siklon 95W di Laut Filipina Barat dengan pusat tekanan 1002 hPa turut memengaruhi pola cuaca dan pergerakan angin di wilayah Indonesia bagian timur.
“Pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan rata-rata antara 6 hingga 25 knot,” jelasnya.
Dikatakan, peningkatan kecepatan angin secara signifikan ini berdampak langsung pada kondisi gelombang laut di berbagai titik perairan Maluku.
“Kecepatan angin maksimum dapat mencapai lebih dari atau sama dengan 25 knot, dengan potensi tertinggi terjadi di kawasan perairan Laut Arafura,” katanya.
Ia merincikan, kondisi tersebut menyebabkan tingginya potensi gelombang dengan kategori tinggi, yakni berkisar antara 2,50 hingga 4,0 meter, yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan.

“Wilayah yang terdampak potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter ini meliputi Perairan Kepulauan Sermata hingga Leti, Perairan Timur Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Babar, Laut Arafuru bagian barat, serta Laut Arafuru bagian tengah,” rincinya.
Sementara itu, gelombang laut dengan kategori sedang yang memiliki ketinggian berkisar antara 1,25 hingga 2,50 meter juga berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah perairan Maluku lainnya.
“Area yang berpeluang mengalami gelombang sedang ini mencakup Perairan Utara Pulau Buru, Perairan Selatan Pulau Buru, Perairan Seram Bagian Barat, Perairan Pulau Ambon hingga Pulau-pulau Lease, Perairan Utara Maluku Tengah, Perairan Selatan Maluku Tengah, Perairan Seram Bagian Timur Kawasan Utara, Perairan Seram Bagian Timur Kawasan Selatan, Perairan Pulau Gorom, Perairan Kepulauan Banda Neira, Perairan Kepulauan Kei, Perairan Utara Kepulauan Aru, Perairan Selatan Kepulauan Aru, Perairan Barat Kepulauan Tanimbar, Perairan Wetar, serta kawasan Laut Banda,” ungkapnya.
Seiring dengan munculnya potensi cuaca ekstrem di lautan tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan khusus mengenai risiko keselamatan pelayaran bagi seluruh jenis moda transportasi laut.
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” jelas Mujahidin.
BMKG juga menyarankan agar risiko tinggi gelombang tersebut betul-betul diperhatikan oleh para pengguna jasa pelayaran.
“Perahu nelayan diimbau berhati-hati apabila menghadapi kecepatan angin di atas 15 knot dan tinggi gelombang melebihi 1,25 meter. Kapal tongkang diimbau waspada terhadap angin di atas 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter, sementara Kapal Ferry berisiko tinggi saat angin melebihi 21 knot dengan gelombang di atas 2,5 meter. Adapun untuk kapal berukuran besar seperti kapal kargo maupun kapal pesiar, kewaspadaan tinggi diperlukan apabila kecepatan angin melebihi 27 knot dan gelombang mencapai di atas 4,0 meter,” rincinya. (MT-07)
- Ambon
- BMKG
- Gelombang Tinggi
- Laut Arafuru Bagian Barat
- Laut Arafuru Bagian Tengah
- Laut Banda
- Maluku
- Perairan Barat Kepulauan Tanimbar
- Perairan Kepulauan Babar
- Perairan Kepulauan Banda
- Perairan Kepulauan Kei
- Perairan Kepulauan Sermata Hingga Leti
- Perairan Pulau Ambon Hingga Pulau-Pulau Lease
- Perairan Selatan Kepulauan Aru
- Perairan Selatan Maluku Tengah
- Perairan Selatan Pulau Buru
- Perairan Seram Bagian Barat
- Perairan Seram Bagian Timur
- Perairan Timur Kepulauan Tanimbar
- Perairan Utara Kepulauan Aru
- Perairan Utara Maluku Tengah
- Perairan Utara Pulau Buru
- Perairan Wetar
- Stasiun Meteorologi Maritim Ambon

