AMBON, MalukuTerkini.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku mendorong penguatan literasi keuangan sejak usia dini sebagai langkah membekali anak-anak menghadapi perkembangan teknologi digital sekaligus mencegah mereka menjadi korban penipuan.

Hal tersebut diunglapkam Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, saat memberikan sambutan pada puncak kegiatan Bulan Literasi Keuangan Goes to School di SDN 4 Ambon, Kamis (27/8/2026).

Haramain mengatakan, kedekatan anak-anak dengan teknologi dan berbagai platform digital membuat pemahaman mengenai keamanan keuangan perlu dikenalkan sejak bangku sekolah dasar.

“Anak-anak kini semakin mudah mengakses berbagai permainan dan platform digital. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pengetahuan agar mereka mampu mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan. Jika kita tidak melakukan edukasi dari awal, nantinya adik-adik juga bisa terpapar terhadap penipuan,” katanya.

Ia menilai edukasi literasi keuangan bagi siswa sekolah dasar harus dikemas dengan cara yang menyenangkan. Penyampaian materi secara formal dinilai kurang efektif jika tidak disesuaikan dengan karakter anak-anak.

“Pendekatan melalui permainan atau games menjadi salah satu metode yang dinilai efektif untuk menanamkan pemahaman keuangan tanpa membuat siswa merasa sedang mengikuti pembelajaran yang berat,” ungkapnya.

Haramain mengapresiasi CIMB Niaga yang menghadirkan konsep edukasi melalui permainan dalam kegiatan tersebut.

“Mudah-mudahan edukasi ini bisa kita lakukan secara fun. Kalau untuk level sekolah dasar, tentu kita tidak bisa secara materi, tetapi melalui permainan, melalui game, sehingga kegiatan edukasi itu bisa benar-benar masuk kepada mereka,” jelasnya.

Selain memahami keamanan keuangan digital, Haramain juga mengajak siswa membangun kebiasaan menabung sejak dini. Ia meminta anak-anak menyisihkan sebagian uang jajan untuk ditabung secara rutin.

“Jangan lupa rutin untuk menabung. Bisa seminggu sekali atau sebulan sekali dikumpulkan dari uang jajannya. Boleh beli jajan, tetapi sebagian itu digunakan untuk menabung,” katanya.

Haramain juga meminta CIMB Niaga membangun pola pendampingan berkelanjutan dengan sekolah. Ia berharap pihak perbankan dapat secara rutin datang ke sekolah untuk membantu siswa menyetorkan tabungan mereka.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar budaya menabung yang mulai dibangun tidak berhenti setelah kegiatan literasi keuangan selesai.

“Saya minta juga kepada CIMB Niaga Cabang Ambon, Pak Sam dan tim, itu juga bisa secara rutin ke sekolah untuk menarik uang tabungannya, supaya apa yang mereka tabung tiap minggu atau beberapa minggu sekali bisa langsung ditabung ke CIMB,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemberian hadiah bagi siswa yang rajin menabung dapat menjadi motivasi tambahan. Namun, Haramain menegaskan bahwa tujuan utama menabung bukan mengejar hadiah, melainkan membentuk kebiasaan mengelola uang secara disiplin sejak usia dini.

“Uang yang ditabung sedikit demi sedikit akan menjadi jumlah yang besar apabila dilakukan secara konsisten. Jika nanti akhir tahun dibuka tabungannya, sudah banyak. Boleh sedikit-sedikit tabungan itu dipakai untuk beli mainan. Yang penting, habis beli mainan, nabung lagi,” katanya.

Haramain berharap kebiasaan tersebut dapat membentuk karakter anak agar mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, sekaligus belajar menyisihkan sebagian uang untuk kebutuhan di masa depan.

OJK Maluku, kata dia, akan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, termasuk melalui program edukasi yang menyasar generasi muda dan lingkungan sekolah.

“Yang penting kita tetap menabung, ada yang disisihkan untuk apa yang mau adik-adik gunakan, tetapi jangan lupa menabung secara rutin,” tandasnya.

Kegiatan Bulan Literasi Keuangan Goes to School di SD Negeri 4 Ambon diharapkan menjadi momentum untuk membangun budaya sadar keuangan sejak dini. Tidak hanya soal menabung, siswa juga didorong memiliki pemahaman dan kewaspadaan dalam menggunakan layanan serta platform digital agar terhindar dari berbagai risiko keuangan. (MT-04)