AMBON, MalukuTerkini.com – Sebanyak 3.247 warga Kota Ambon memadati Lapangan Chr Tahapary untuk mendapatkan akses pengobatan gratis berskala besar yang digagas Bhayangkari Jumat (28/8/2026).
Layanan kesehatan massal bertajuk “Bhayangkari Peduli Kesehatan” ini ditinjau Ketua Umum (Ketum) Bhayangkari, Juliati Sigit Prabowo. Kegiatan ini juga sekaligus memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74.
Sejak pukul 11.00 WIT, masyarakat tampak antusias menyambangi berbagai stan pemeriksaan medis. Kegiatan yang menyasar ribuan penerima manfaat ini memberikan pelayanan menyeluruh, mulai dari penanganan medis dasar hingga tindakan bedah khusus.
Sebanyak 239 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal kelancaran acara. Tim terdiri dari 134 personel Biddokkes Polda Maluku dan RS Bhayangkara Tk. III Ambon, 57 personel Bhayangkari, 30 personel Dit Samapta, 10 Polwan, serta delapan dokter spesialis mitra. Para dokter ahli tersebut menangani berbagai bidang, seperti penyakit dalam, rehabilitasi medis, obstetri dan ginekologi, bedah mulut, anak, paru, THT-KL, hingga mata.
Dari ribuan warga yang hadir, tim medis berhasil melakukan tindakan operasi katarak kepada 14 pasien dan operasi bibir sumbing untuk 4 pasien.
Selain tindakan bedah, tercatat 1.537 pasien memanfaatkan layanan pengobatan umum, 315 anak mengikuti skrining stunting sekaligus pemeriksaan spesialis, serta 95 perempuan mendapatkan layanan Obstetri dan Ginekologi berupa pemeriksaan kehamilan maupun pemasangan implan.
Layanan lain yang diserbu warga mencakup pemeriksaan gigi dan mulut untuk 85 orang, skrining mata pada 314 orang, khitanan bagi 37 anak, hingga pelayanan resep obat yang dimanfaatkan oleh 2.174 pasien. Penguji kesehatan juga melakukan skrining Tuberkulosis (TBC) terhadap 36 warga, dengan hasil 20 orang teridentifikasi sebagai terduga TBC.
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto mengaku kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri dan Bhayangkari dalam memberikan pelayanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat.
“Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan dan pengobatan secara langsung, sekaligus mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan,” ungkap alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini.
Dikatakan, skala pelayanan yang melibatkan ribuan masyarakat menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menghadirkan layanan kesehatan, terutama di wilayah kepulauan seperti Maluku.
“Maluku memiliki tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan. Karena itu, kolaborasi antara Polri, Bhayangkari, tenaga kesehatan dan dokter spesialis menjadi sangat penting agar pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” kata mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini. (MT-04)

