AMBON, MalukuTerkini.com – Ketua Umum Bhayangkari sekaligus Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari, Juliati Sigit Prabowo, meninjau pelaksanaan operasi katarak dan bibir sumbing di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Ambon, Jumat (28/8/2026).

Tercatat sebanyak 14 orang mendapatkan manfaat layanan operasi, terdiri dari 14 pasien operasi katarak dan 4 pasien operasi bibir sumbing dari 25 orang yang direncanakan, namun setelah dilakukan skrinning 7 orang diantaranya (6 Operasi katarak dan 1 Operasi Bibir Sumbing) tidak lulus skrinning.

Kedatangan Ketua Umum Bhayangkari bersama rombongan disambut Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto bersama Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Vitri Dadang Hartanto, serta jajaran Polda Maluku.

Rombongan tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Ambon sekitar pukul 14.30 WIT untuk meninjau secara langsung pelaksanaan pelayanan kesehatan, khususnya tindakan operasi katarak dan bibir sumbing yang menjadi bagian dari rangkaian Bakti Kesehatan Bhayangkari.

Pelayanan tersebut menjadi wujud nyata upaya menghadirkan akses kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat.

Bagi pasien katarak, layanan operasi diharapkan dapat membantu memulihkan fungsi penglihatan dan meningkatkan kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sementara bagi pasien bibir sumbing, tindakan medis diharapkan dapat mendukung fungsi kesehatan sekaligus memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang dan kepercayaan diri.

Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto mengaku bakti kesehatan bukan sekadar kegiatan pelayanan medis, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian Polri dan Bhayangkari terhadap masyarakat.

“Bakti kesehatan ini bukan hanya tentang tindakan medis, tetapi tentang bagaimana kita menghadirkan harapan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hari ini ada 18 penerima manfaat yang mendapatkan layanan operasi, dan kita berharap pelayanan ini memberikan perubahan positif bagi kehidupan mereka,” ungkapnya.

Dijelaskan, pelayanan kesehatan menjadi semakin penting di wilayah kepulauan seperti Maluku yang memiliki tantangan geografis dalam pemerataan akses terhadap layanan dasar.

“Kondisi geografis Maluku yang merupakan wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kehadiran pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat memiliki arti yang sangat penting. Polri bersama Bhayangkari akan terus mendukung kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung,” jelasnya. (MT-04)