AMBON, MalukuTerkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat strategi penanganan stunting dengan berfokus pada pemenuhan gizi sejak awal masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Johan Stefanus Norimarna, menegaskan penanganan masalah ini tidak bisa baru dimulai saat anak telah lahir dan menunjukkan gejala gangguan pertumbuhan.

Hal itu ditegaskan Norimarna saat acara Merdeka Stunting yang digelar Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Wilayah Maluku dan PT Pegadaian Area Maluku di Puskesmas Poka-Rumah Tiga, Ambon, Jumat (21/8/2026).

Merdeka Stunting 2026 adalah program nasional pencegahan stunting yang diinisiasi oleh POGI bersama PT Pegadaian secara serentak di 36 kota di Indonesia.







Mengusung tema “Dari Ibu Hamil, Semua Jadi Penting,” program ini berfokus pada intervensi dan edukasi kesehatan sejak masa kehamilan.

Tujuan proram ini yaitu memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan kehamilan (ANC) dan USG bagi ibu hamil; Melakukan edukasi serta konseling gizi untuk mencegah risiko stunting pada anak sejak dalam kandungan’ serta Memperkuat kepedulian lintas sektor demi mendukung target penurunan angka stunting menuju Indonesia Emas.

Menurut Norimarna, persoalan stunting tidak bisa hanya dilihat ketika anak telah lahir dan mengalami gangguan pertumbuhan.

“Masa sebelum kelahiran hingga 1.000 hari pertama kehidupan merupakan periode yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kondisi ibu selama kehamilan menjadi salah satu faktor penting, yang perlu mendapat perhatian. Kecukupan energi, protein, vitamin dan berbagai zat gizi lainnya harus dipenuhi, agar kesehatan ibu maupun janin tetap terjaga.

“Ibu hamil yang mengalami kekurangan energi dan protein dapat menghadapi risiko melahirkan anak, dengan kondisi pertumbuhan yang tidak optimal. Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi tidak boleh dianggap sebagai hal sepele selama masa kehamilan. Jika ibu mengalami kekurangan energi atau kekurangan protein, maka anak juga akan menerima dampaknya. Karena itu ibu-ibu harus menjaga kesehatan, makan dengan baik dan memenuhi kebutuhan gizi,” jelasnya.

Dikatakan pencegahan stunting tidak cukup hanya mengandalkan pemberian vitamin atau suplemen.

“Asupan makanan bergizi tetap menjadi fondasi utama, yang perlu diperhatikan ibu hamil dan keluarga,” katanya.

Ia meminta keluarga ikut mendukung ibu hamil dengan menyediakan makanan, yang memiliki kandungan gizi memadai.

“Pemilihan bahan pangan, seharusnya tidak semata-mata didasarkan pada kemudahan memperoleh makanan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan nutrisi ibu dan anak,” ujarnya.

Norimarna menegaskan, pencegahan stunting merupakan bagian dari investasi jangka panjang bagi Kota Ambon.

“Anak-anak yang tumbuh sehat sejak awal kehidupan diharapkan dapat berkembang menjadi generasi yang memiliki kualitas kesehatan, dan kemampuan yang lebih baik,” tandasna.

Ia berharap, kegiatan pencegahan stunting yang melibatkan ibu hamil dapat meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan. (MT-06)