AMBON, MalukuTerkini.com – DPRD Kota Ambon Expo Tahun 2026 mulai digelar setelah dibuka Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, Rabu (2/9/2026).
Memasuki pelaksanaan ketiga, expo ini kembali menghadirkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan berbagai produk unggulan lokal.
DPRD Ambon Expo 2026 berlangsung selama dua hari, 2–3 September 2026, dengan mengusung tema “Kolaborasi Mewujudkan Ambon Bersih untuk Maluku Sehat Menuju Indonesia Maju.”
Selain menampilkan hasil kerja DPRD Kota Ambon, Expo juga menghadirkan 55 stan UMKM, pelayanan publik, pelayanan kesehatan, pangan murah hingga berbagai hiburan bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Wattimena menegaskan DPRD Expo tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar tempat memajang produk. Menurutnya, Expo harus mampu menciptakan perputaran ekonomi dan memberikan manfaat langsung kepada para pelaku UMKM.
“Expo ini kita buat dengan tujuan memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi, khususnya bagi para pelaku UMKM,” tandasnya.
Wattimena mengajak pimpinan dan anggota DPRD Kota Ambon, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ASN serta seluruh masyarakat yang datang agar tidak hanya melihat-lihat produk, tetapi ikut melakukan transaksi.
“Jangan hanya datang untuk melihat-lihat. Mari kita berbelanja sebanyak-banyaknya produk UMKM,” ujarnya.
Ia menilai, keberadaan expo akan kehilangan makna jika pengunjung hanya melihat produk, memberikan pujian, lalu pulang tanpa membeli.
“Percuma kita melaksanakan expo apabila orang datang hanya melihat, kemudian mengatakan bagus sekali, lalu pulang tanpa membeli apa-apa. Itu bukan tujuan utama sebuah Expo. Expo harus menjadi tempat terjadinya transaksi,” ujarnya.
Wattimena bahkan mengajak pengunjung untuk membeli lebih banyak produk sesuai kemampuan.
“Kalau datang, lihat produk, tanyakan harganya, lalu beli. Kalau ada satu produk yang menarik, jangan hanya membeli satu. Kalau mampu, beli sepuluh. Nah, itu baru namanya Expo,” katanya.
Menurut Wattimena, transaksi sederhana dari para pengunjung dapat menciptakan dampak ekonomi yang besar apabila dilakukan secara bersama-sama.
Ia mencontohkan, DPRD Kota Ambon memiliki 35 orang anggota. Jika masing-masing berbelanja rata-rata Rp2 juta selama Expo, maka sekitar Rp70 juta dapat langsung berputar di kalangan pelaku UMKM.
“Perputaran ekonomi tersebut, akan semakin besar jika pimpinan OPD, pejabat, ASN dan masyarakat juga ikut berbelanja. Bayangkan apabila sekitar 50 pelaku UMKM memperoleh perputaran transaksi hingga ratusan juta rupiah selama kegiatan ini. Setiap pelaku UMKM tentu akan memperoleh tambahan pendapatan yang sangat berarti,” ungkapnya.
Wattimena menegaskan, DPRD Expo harus menjadi ruang yang mempertemukan produk lokal dengan konsumen, pelaku UMKM dengan pasar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Datang, lihat, beli dan bawa pulang produk-produk UMKM kita,” tandasnya.
Selain mendorong penguatan UMKM, Wattimena juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ia mengatakan, kantor pemerintahan dan lembaga perwakilan rakyat harus benar-benar menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan maupun berbagai persoalan yang dihadapi.
“Kalau kita mengakui bahwa kantor ini adalah rumah rakyat, maka di sinilah rakyat harus memiliki tempat untuk datang dan mengadu,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan dua hal penting dalam mendorong kemajuan Kota Ambon.
“Apabila dua hal ini dapat kita lakukan dengan baik, yaitu penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas pelayanan publik, maka saya yakin dan percaya bahwa kita akan mampu membawa Kota Ambon semakin maju ke depan,” katanya. (MT-04)
