AMBON, MalukuTerkini.com – Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menegaskan pengawasan terhadap distribusi dan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Maluku diperketat menyusul munculnya antrean kendaraan, terutama kendaraan logistik, di sejumlah SPBU.
Hal itu ditegaskan Kapolda usai Rapat Koordinasi (Rakor) Pengamanan Ketersediaan BBM dan Pengelolaan antrean SPBU yang berlangsung di Mapolda Maluku, Senin (14/9/2026).
Rakor tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Dinas Perhubungan, Pertamina, pengelola SPBU serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok sekaligus menjaga agar distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan.
Kapolda memegaskan antrean yang terjadi saat ini perlu mendapat perhatian karena sebagian besar berkaitan dengan kendaraan logistik yang membutuhkan BBM untuk mendukung aktivitas distribusi barang.
“Memang ada hal-hal yang perlu kami antisipasi, khususnya masalah tindak pidana. Ada modus-modus penyalahgunaan dengan mengisi berkali-kali,” tandas alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini.
Menurutnya, salah satu titik yang perlu mendapat pengawasan ketat adalah proses pengisian BBM di SPBU. Pengawasan tidak hanya menyasar ketersediaan stok, tetapi juga memastikan transaksi berlangsung sesuai aturan.
“Tim gabungan telah diterjunkan melakukan monitoring di sejumlah SPBU. Pemantauan dilakukan bersama pihak Pertamina, pengelola SPBU serta unsur TNI dan stakeholder lainnya,” ungkap mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini.
Dijelaskan, sistem transaksi menggunakan barcode dan teknologi digital juga menjadi bagian dari upaya mencegah pengisian BBM secara berulang maupun praktik penyalahgunaan lainnya.
“Namun, penerapan sistem digital tetap harus disertai pengawasan langsung di lapangan. Pemasangan kamera pengawas atau CCTV pada titik-titik pengisian juga didorong untuk memperkuat kontrol dan memudahkan pemantauan apabila ditemukan aktivitas yang mencurigakan. Kita akan terus melakukan monitoring dan pemantauan, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan BBM bersubsidi,” jelas mantan Wakapolda Sumatera Utara ini. (MT-04)
