AMBON, MalukuTerkini.com – Polda Maluku menggelar rapat koordinasi pengamanan ketersediaan BBM sekaligus membahas pengelolaan antrean di sejumlah SPBU dalam wilayah hukum Polda Maluku.

Rakor dipimpin oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto berlangsung di Mapolda Maluku, Ambon, Senin (14/9/2026).

Rapat melibatkan sejumlah stakeholder, mulai dari Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, TNI, Pertamina hingga para pengelola SPBU.

Dari unsur Pemprov Maluku hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Maluku Faradilla Attamimi. Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Achmad Jais Ely.


Sementara dari unsur TNI hadir Asisten Operasi Kasdam XV/Pattimura Kolonel Inf Nuryanto dan Asisten Operasi Dankodaeral IX Ambon Kolonel Laut (P) Priyo Dwi Saputro. Unsur Lanud Pattimura juga dilibatkan dalam koordinasi tersebut.

Dari Pemerintah Kota Ambon hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon Herman S Tetelepta.

Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Wayame turut hadir melalui perwakilan pimpinan SAM Retail Maluku, Arya Aditya. Selain itu, jajaran Executive General Manager Regional Papua Maluku juga menjadi bagian dari koordinasi tersebut.

Rapat juga menghadirkan pengelola sejumlah SPBU yang selama ini menjadi titik pelayanan BBM bagi masyarakat, yakni SPBU Tulehu, Galala, Wayame, Passo dan Lateri.

Rakor tersebut digelar untuk memastikan keamanan ketersediaan pasokan BBM sekaligus menjaga kelancaran distribusinya hingga ke masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Pertamina memastikan stok BBM, LPG dan minyak tanah di Maluku berada dalam kondisi aman. Ketahanan stok disebut berada pada kisaran 11 hingga 30 hari, ditambah pasokan yang terus masuk melalui Integrated Terminal Wayame.

Pertamina juga menyampaikan langkah untuk mengurai antrean kendaraan logistik di SPBU. Salah satunya dengan meminta SPBU membuka pelayanan lebih awal, dari sekitar pukul 07.00 WIT menjadi mulai pukul 05.00 WIT.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat membuat antrean kendaraan logistik lebih cepat terurai sebelum memasuki jam sibuk masyarakat.

Di sisi lain, aparat keamanan bersama Pertamina dan pengelola SPBU memperketat pengawasan untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Pengawasan diarahkan pada seluruh rantai distribusi, mulai dari BBM masuk ke terminal hingga proses penyaluran di lapangan. (MT-04)