AMBON, MalukuTerkini.com – Polres Seram Bagian Barat (SBB) menyiagakan empat armada multifungsi untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus membantu distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang berpotensi mengganggu ketersediaan air di sejumlah wilayah.

Kesiapan empat armada tersebut menjadi langkah konkret Polres SBB dalam memperkuat penanganan awal kebakaran sekaligus meningkatkan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Empat armada itu memanfaatkan kendaraan dinas jenis double cabin Isuzu D-Max milik Polres SBB. Kendaraan tersebut disiapkan untuk mendukung mobilisasi peralatan pemadaman serta penyaluran air bersih sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.

Terobosan tersebut merupakan tindak lanjut atas petunjuk Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando menegaskan, kesiapan armada multifungsi itu merupakan wujud komitmen kepolisian untuk memberikan pelayanan yang responsif terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Karena itu, kami menyiapkan empat armada multifungsi yang dapat mendukung penanganan awal karhutla sekaligus membantu distribusi air bersih sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan,” tandas alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2009 ini.

Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar potensi bencana dapat ditangani sebelum berkembang menjadi situasi darurat.

“Kesiapsiagaan tersebut juga membutuhkan koordinasi yang baik serta keterlibatan masyarakat dalam mengenali dan melaporkan potensi ancaman di lingkungan masing-masing,” ungkap mantan Wakapolres Lombok Tengah ini.

Dikatakan, Polres SBB mendorong penguatan koordinasi dengan pihak terkait, pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran maupun kesulitan air bersih, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi kepada petugas.

“Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan ataupun mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Informasi yang disampaikan lebih awal dapat membantu petugas menentukan langkah penanganan sesuai tingkat kebutuhan dan kondisi di lapangan,” kata mantan Kasat Intelkam Polresta Mataram ini.

Selain mendukung kesiapsiagaan menghadapi karhutla, keberadaan armada tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan kepolisian, khususnya bagi warga yang membutuhkan bantuan air bersih ketika pasokan air mengalami gangguan.

“Langkah ini sekaligus memperkuat semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, yakni kehadiran Polri yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan dalam perlindungan lingkungan, penanganan kondisi darurat, serta pelayanan kemanusiaan,” jelas mantan Kasat Intelkam Polres Mataram. (MT-04)