AMBON, MalukuTerkini.com – Secara umum, perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2026 dibandingkan Februari 2025 menunjukkan tren kenaikan yang luar biasa.

“Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku di 3 kabupaten/kota, pada Februari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 5,97 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,97 pada Februari 2025 menjadi 112,30 pada Februari 2026. Tingkat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,58 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d)  sebesar 1,34 persen,” ungkap Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Senin (2/3/2026)

Sebelumnya pada Januari 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,70 persen.

Ia merincikan, Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 10 indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 21,40 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,05 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,77 persen; kelompok kesehatan sebesar 5,32 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,84 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,95 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,52 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,94 persen; kelompok transportasi sebesar 0,39 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,32 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,85 persen.

“Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Februari 2026, antara lain tarif listrik, emas perhiasan, ikan layang/momar, ikan selar/kawalinya, ikan cakalang, bawang merah, beras, buncis, cabai rawit, sigaret kretek mesin (SKM), labu siam/jipang, kacang panjang, ikan tongkol/komu, ikan tuna/tatihu, daging ayam ras, nasi dengan lauk, tarif rumah sakit, biaya akademi/perguruan tinggi, mobil dan kopi bubuk,” rincinya.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, katanya, antara lain bensin, wortel, bawang putih, sabun mandi, popok bayi sekali pakai/diapers, biskuit, lemon, bayam, sepatu pria, gula pasir, kentang, tempe, hand body lotion, baju muslim wanita, sagu, seng, baju anak stelan, susu bubuk, minyak goreng dan apel.  (MT-06)