AMBON, MalukuTerkini.com – Sidang ke-14 Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau Ambon Utara mulai digelar di Jemaat GPM Wayame, Minggu (15/3/2025).
Persidangan tersebut dibuka oleh Ketua MPH Sinode GPM Pendeta Sacharias Izaac Sapulette,
Prosesi pembukaan ditandai dengan touch screen oleh Ketua MPH Sinode GPM Pendeta Sacharias Izaac Sapulette didampingi Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena, Ketua Klasis GPM Pulau Ambon Utara Pendeta R Haliwela, Rektor IAKN Ambon Yace Z Rumahuru dan Ketua Panitia Sidang ke-14 Klasis GPM Pulau Ambon Utara Wardis Girsang.
Dalam arahannya, Pendeta Sapulette mengatakan persoalan yang memintakan fokus bersama diantaranya kemiskinan umat, keterbatasan akses dan rendahnya kualitas pendidikan serta kesehatan, krisis dalam keluarga dan trauma sosial.
“Persoalan-persoalan nyata ini mengharuskan gereja memberi diri melayani dengan tekun, merendahkan diri di kaki umat untuk melayani mereka seperti Yesus,” katanya
Ia juga berharap persidangan ini bukan sekadar retorika seremoni sidang gerejawi, namun melainkan panggilan iman yang harus diwujudkan dalam hidup setiap pelayan gereja.
“Melayani umat dengan tekun adalah wujud spiritualitas pelayan gereja yang sejati. Karena itu, kami mengingatkan seluruh pelayan GPM untuk peka dan tanggap atas setiap permasalahan yang dihadapi umat dan layanilah mereka dengan tekun atas dasar anugerah kasih Allah yang telah kita terima. Tidak cukup bagi kita hanya melayani dalam pelayanan rutin tanpa terobosan yang digerakkan oleh spiritualitas pembaharuan dan pembebasan untuk melakukan transformasi nyata dalam hidup jemaat-jemaat yang kita layani; membawa perubahan, kemajuan, pemulihan, dan peningkatan kualitas hidup serta kualitas kesejahteraan umat,” ungkapnya.
Pendeta Sapulette juga berharap para pelayan memberi perhatian dan pendampingan kepada keluarga-keluarga jemaat sebagai gereja rumah tangga (ecclesia domestica) dalam rangka pemuatan iman, karakter, dan spiritualitas warga gereja dengan jalan mengoptimalkan pastoral keluarga secara berkelanjutan.
“Lakukan pendampingan khusus kepada keluarga-keluarga yang mengalami krisis dalam rumah tangga akibat KDRT, perselingkuhan, minuman keras, judi, dan pinjaman online, relasi dalam keluarga yang rapuh, kecanduan digital, dan lain-lain,” katanya.
Menurutnya, Gereja terus mendorong peningkatan kesejahteraan umat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi dan GKMBM (Gerakan Keluarga Menanam, Melaut, Beternak, dan Memasarkan) sebagai imperatif dari panggilan gereja dan praksis bertheologi. GKMBM harus menjadi gerakan Klasis dan jemaat-jemaat se-GPM yang dilakukan secara terprogram dengan indikator capaian yang jelas dan terukur berbasis potensi sumber daya alam yang tersedia.
“MPH akan menjadikan GKMBM sebagai salah satu variabel evaluasi kinerja pegawai organik GPM,” ungkapnya.
Pembukaan Sidang ke-14 Klasis GPM Pulau Ambon Utara juga dihadiri Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena, Ketua Klasis GPM Pulau Ambon Utara Pendeta R Haliwela dan Sekretaris Klasis GPM Pulau Ambon Utara Pendeta H Siahay MM.
Hadir juga Majelis Pekerja Klasis (MPK) Pulau Ambon Utara periode 2025 – 2030 yang terdiri dari Pendeta LW Laisila, Pendeta VH Maitimu, Pendeta Y Tomatalla/S, Penatua Franky DJ Tutuarima, Penatua J Labetubun, Diaken L Siahainenia dan Penatua August Ernst Pattiselanno.
Sidang ke-14 Klasis GPM Pulau Ambon Utara diikuti 156 peserta yang terdiri dari 74 Peserta Biasa dna 82 Peserta Luar Biasa. Diantaranya aterdapat 65 orang dari unsur 17 jemaat di Klasis Pulau Ambon Timur (termasuk Ketua Majelis Jemaat, Penatua, dan Diaken dari 17 jemaat). (MT-01)




Tinggalkan Balasan